Sumsel  

K MAKI : Monopoli pengadaan barang jasa diduga sebabkan tingginya beban produksi PT Bukit Asam

Foto : Ilustrasi/ Istimewa

“Sikap pemegang saham seperti apa sebenarnya sehingga keuntungan trilyunan rupiah di anggap merugikan negara”, kata Bony Balitong dengan nada keras.

“Monopoli operasional tambang oleh salah satu group konglomerasi menjadikan PT BA terpasung dan seakan BUMN swasta”, jelas Bony Balitong.

“Sebelum tahun 2016 perusahaan swasta group konglomerat berpesta pora dengan kontrak payung monopolistik”, kata Bony Balitong. “Dengan inisiatif untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dan demi masyarakat Muara Enim, Direksi dan Dewan Komisaris berinisiatif melawan monopoli 90% perusahaan swasta yg akhirnya kandas karena di tangan kebijakan pemegang saham”, tutur Bony dengan nada sedih.

“Sekarang di 2022 patut diduga kembali PT BA dalam cengkraman monopoli dengan kontrak jangka panjang 8 (delapan) tahun dan kembali dana puluhan trilyun yg harusnya dinikmati negara khususnya masyarakat ulayat Muara Enim di ambil alih swasta diduga karena kebijakan pemegang saham”, ucap Bony Balitong.

“Mari bersama kita para pegiat anti korupsi Sumsel dan masyarakat melawan oligarki dan monopoli di PT BA dengan mengulas data audit konsolidasian PT Bukit Asam”, pungkas Bony Balitong. (*)

Sumber : K MAKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)