Sumsel  

K MAKI : Monopoli pengadaan barang jasa diduga sebabkan tingginya beban produksi PT Bukit Asam

Foto : Ilustrasi/ Istimewa

PALEMBANG, SINERGINKRI.COM – Dugaan korupsi akuisisi saham PT Satria Bahana Sejahtera (PT SBS) anak usaha PT Bukit Asam membuka sisi gelap operasional PT Bukit Asam (PT BA). Dugaan kemahalan harga, monopoli dan konspirasi menyeruak seiring penyidikan dari Kejati Sumsel.

“Patut di apresiasi apa yang di lakukan Direksi dan Dewan Komisaris PT BA periode 2014 sampai 2018 untuk menekan biaya produksi”, ucap Koordinator K MAKI Bony Balitong. Sabtu, (07/01).

“Melakukan swakelola operasional tambang, membentuk anak usaha dan melakukan lelang terbuka operasional tambang guna menekan biaya produksi hingga menciptakan untung trilyunan rupiah”, papar Bony Balitong.

“Namun upaya ini tidak berbuat manis, Direksi dan Komisaris dengan semangat nasionalisnya ini dilibas habis karena di anggap tidak ramah lingkungan dan merusak tatanan”, jelas Bony Balitong.

“Salah satu yang terlibas adalah tokoh nasionalis Said Didu di resign oleh Menteri BUMN RS karena dianggap tidak ramah lingkungan dan keinginan pemegang saham”, ucap Bony lebih lanjut.

“Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menjelaskan soal pencopotan Muhammad Said Didu dari jabatannya sebagai Komisaris PT Bukit Asam Tbk. beberapa waktu lalu karena tindakan Said Didu kerap tidak mewakili sikap pemegang saham”, ujar Bony Balitong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)