Sumsel  

K MAKI : sepertinya KPK akan terbitkan sprindik baru terkait korupsi BUMD Sumsel PT SMS

sinerginkri.com, Palembang | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir adanya dokumen keuangan fiktif pada proses pencairan uang di PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS). Penggunaan dokumen keuangan fiktif ditengarai karena perintah pihak terkait dalam kasus tersebut.

Ali Fikri Jubir Bidang Penindakan KPK menyatakanya saat penyidik memeriksa dua saksi, kemarin, Senin (12/12/2022). Kedua saksi adalah Manajer Ops PT Adara Persada Sejahtera, Elka Mychelisda dan Direktur PT Adara Persada Sejahtera, Widhi Hartono.

Namun sebelumnya telah terperiksa saksi lainnya yaitu tanggal 02 Sep 2022 Adi Trenggana Dirut PT SMS dan Febriansyah Azhar Legal PT SMS. Kemudian pada tanggal 05 Sep 2022 Anugrah Pratama Manager Keuangan PT SMS dan Gerry Helvan Manager Operasional PT SMS

Selanjutnya pada tanggal 06 Sep 2022 Irwan Septianto Staff Keuangan PT SMS dan
M Rizky Saputra Staff Akutansi PT SMS. Dilanjutkan tanggal 07 Sep 2022 Anton Dir PT FMS dan Nadia Permatasari Staff Operasional PT SMS

Kemudian pada 19 Sep Cecep Kurniawan Staf Khusus Logistik PT SMS dan Elvan Andez Staff Keuangan PT SMS

Selanjutnya pada tanggal 20 Sep Mukhlis Ka BPKAD Prov Sumsel dan Elka Mycheledia Manager Ops PT APS

Kemudian tanggal 6 Okt 2020 Wilson Wijaya
Dir Rantau Utama Bakti. Selanjutnya tanggal 31 Okt 2022 Mukhlis Ka BPKAD Sumsel dan Deddy Efendy Sopir PT SMS

Baca Juga  PLN ULP Tugumulyo Memimpin Perang Melawan Gangguan Infrastruktur Listrik

Dilanjutkan tanggal 02 Nov 2022 Anugrah Pratama, Gerry Helvan, Irwan Septianto, Berri Carolina, Lismawati, Nadia Permatasari
M Rizky Saputra dimana kesemuanya bagian keuangan PT SMS yaitu Manager Keuangan, Manager Teknik, Staff Keuangan dan akutansi PT SMS

Selanjutnya pada tanggal 03 Nov 2022
Antoni, Titin Andriani, Muh Tajudin Thamrin, Teddy Septiadi, Saparudin bertindak atas nama Dir PT FMS, Karyawan Bagian Keuangan PT MRI, Dir PT Bima Cipta Karya, Ka Stasiun Muara Lawai dan Mantan Karyawan KAI

Selanjutnya tanggal 07 Nov 2022 terperiksa Muhammad Teguh, Ujang Sai, Suprapto Santoso, Bambang Prihatmoko bertindak atas nama Dir PT Batubara Lahat, Dir PT Bata Pagmer dan PT Sinar Musi Jaya, Dir PT Bara Manunggal Sakti dan Dir PT Era Energi Mandiri

Kemudian tanggal 16 Nov 2022 Iwan Kurniawan, Insani bertindak selaku
Dir PT Bum Merapi Energi dan Kayawan PT Nikel Energi Investama.

Selanjutnya tanggal 17 Nov 2022 Randika Apryanditiya dan Apri Reza Fatoni selalu Dir PT Ozamatra Powerindo dan Komisaris PT Adara Persada Sejahtera

Kemudian pada tanggal 18 Nov 2022 Adi Treanggana Dirut PT SMS. Dilanjutkan tangg
21 Nov terperiksa Baharudin dan M Puri Andamas selaku Dir PT Musi Bara Lematang dan Dir PT Long Delic Prima Coal.

Baca Juga  PLN UP3 Ogan Ilir Sosialisasikan Program Energi Kemerdekaan Tambah Daya Diskon 50% ke Instansi Pemerintahan

Kemudian pada tanggal 22 Nov Toni Saputra dan Ahmad Maliksyah selaku Komisaris PT RMK Energi dan Dirut PT KAI Logistik .

Kemudian tanggal 23 Nov 2022 Yadi Ruswanto dan Muhammad Indra Budiman selaku Dir PT Multi Mandiri Tekhnik Perkasa dan Dir PT Bima Putra Abadi Citra Nusantara.

Dilanjutkan tanggal 24 Nop 2022 terperiksa Sarimuda dan Surya Perdana bertindak atas nama Mantan Dir PT SMS dan Komisaris PT Bima karya Citra. Dan dilanjutkan esok harinya 25 Nov 2022 Sarimuda selaku mantan Dir PT SMS .

Kemudian tanggal 29 Nov 2022 Iwan Kurniawan dan Widhi Hartono selaki Dir PT Bumi Merapi Energi dan Dir PT Adara Persada Sejahtera

Kemudian kembali pada tanggal 30 Nov 2022 terperiksa Adi Treanggana dan Cecep Kurniawan selaku Dirut PT SMS dan Stafsus Logistik PT SMS.

Kemudian tanggal 01 Des 2022 terperiksa Paulus Lim dan Irwan Septianto dan Ame selaku Komisaris PT Fortuna Marina Sejahtera, Staf Keuangan PT SMS. Dilanjutkan tanggal 02 Des 2022 Nani Triana dan Anna Zurwanny dari BUM Mandiri Palembang cabang Rivai. Dilanjutkan tanggal 3 Des 2022 Irwan Septianto Staf Keuangan PT SMS.

Baca Juga  Sekda Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRD OKU Timur

Kemudian tanggal 08 Des 2022 Nani Triana
BUM Mandiri Rivai selaku terperiksa dan dilanjutkan tanggal 09 Des 2022 Antonio Lukito Dir PT Mega Rizki Indonesia.

Kemudian pada tanggal 12 Des 2022 terperiksa Widhi hartono dan Eka Mychelisda selak Dir PT Adara Persada Sejahtera dan Manager Ops PT Adara Persada Sejahtera.

Kedua saksi hadir dimana pendalaman pengetahuan keduanya terkait dengan dugaan adanya penggunaan dokumen keuangan fiktif sebagai kelengkapan proses pencairan uang di PT SMS sebagaimana perintah dari pihak yang terkait dengan perkara ini kata Ali Fikri kepada awak media dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/12/2022).

KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi yang terjadi di salah satu BUMD di Provinsi Sumsel. Dugaan korupsi itu terkait kerja sama pengangkutan batu bara.

Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) hanya memberi komentar sedikit yaitu, “KPK sepertinya membuka wacana sprindik baru terkait aktor utama pengatur kebijakan yang merugikan negara dan penerima uang gratifikasi”, papar Koordinator K MAKI Bony Balitong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)