Kasus Tertinggi Gigitan Anjing Berada di Wilayah Plaju dan Jakabaring

  • Bagikan

PELEMBANG, SINERGINKRI.com – Kegiatan sosialisasi dan pelayanan hewan dalam kata dan perbuatan.kata kita sosialisasi tujuan ampera 2024,harus bebas rabies “amankan Palembang dari penyakit Rabies 2024″ ujar dr.drh,Jafrizal ,MM .

Hal yang pertama kita lakukan menurut dr Jafrizal pejabat otoritas veteriner Kota Palembang yang juga ketua II keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada adalah dengan pendataan,yang dimukai dari kelurahan. Sementara persyaratan bebas dari rabies adalah
2 tahun kita tidak tertular kasus aktif pada manusia ,tidak ada kasus aktif pada hewan dan melakukan pengendalian secara bersama- sama dari pemerintah melakukan pengendalian hewan liar jelasnya

Untuk kasus tertinggi sampai saat ini adalah kasus gigitan, tetapi bukan kasus gigitan rabies .Target kita adalah anjing,maka dari itu kita butuh pemetaan untuk mengetahui wilayah mana saja yang populasi anjingnya paling banyak ujarnya.

Baca Juga  RSUD Tapan Melaksanakan Suntik Vaksinasi Covid 19. Lolos Screniang 13 Orang

Sementara ditempat yang sama Dr.Novayanti ,SP. Msi,Kepala bidang peternakan dan Kesehatan hewan mewakili Kepala dinas pertanian dan ketahatan panhan Kota Palembang menjelaskan ,hari ini kita mensosialisasikan untuk vaksin rabies. Sebanyak 66 kucing dan anjing baru 1 ekor.

Kami jemput bola, dalam rangka ampera 2024,pernah kita melakukan
sosialisasi di Sri melayu namun belum maksimal.
Sekarang ini kita mengadakan road show, di 18 kecamatan namun baru 3 kecamatan yang kita terpenuhi.Untuk prioritas hewan penular rabies tinggi itu ada diwilayah plaju dan jajabaring ungkapnya.

Dr.Novayanti menghimbau dan mengajak marilah kita bersama -sama menertibkan Hewan Penular Rabies (HPR),Karena kita tidak bisa melakukan sendiri ,akhirnya kita membuat payung hukum ,yakni adanya perwaki no. 38 tahun 2020.Isinya ” kita bersama menertibkan HPR dikota Palembang”jelasnya.

Baca Juga  Warga Perum Trias Wanasari Sangat Antusias Ikuti Vaksin Sinovax Dua

Pencegahan dan pengendalian hewan penular rabies ini bisa kita lakukan namun semua institusi harus bertanggung jawab ,termasuk pemilikpun diatur didalamnya.
Srmrnyara untuk sumber dana kami hanya mentmyediadakn SDM ,namun ubtuk dana memakai dana APBD tandasnya.

(yanthi.m)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *