Setelah Pandemi Covid-19 berlalu menyerang organ-organ pernafasan masyarakat, kini polusi udara di wilayah Jabodetabek kembali mengancam kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat polusi udara menyumbang sebanyak 36,6 persen kasus penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), 32 persen kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia, 29,7 persen kasus asma, 12,5 persen kasus kanker paru, dan 12,2 persen kasus tuberkulosis.

Data Kemenkes mengungkapkan penyakit pernapasan juga menjadi beban tertinggi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama periode 2018-2022. Total dana yang telah dihabiskan untuk mengobatu penyakit pernafasan yang disebabkan polusi mencapai lebih dari Rp 17,5 triliun

Rinciannya ialah Kanker Paru menelan biaya Rp766 miliar dengan jumalh 150.268 pasien BPJS, asma sebesar Rp1,4 triliun dengan jumlah pasien BPJS nya 2,1 juta, PPOK menelan biaya Rp1,8 triliun dengan jumlah pasien 1 juta pasien BPJS, tuberkulosis Rp5,2 triliun dengan jumlah 1,8 juta pasien BPJS, dan pneumonia Rp8,7 triliun dari 2,1 juta pasien BPJS.

Baca Juga  Rumah Sakit Mekarsari Klarifikasi terkait kasus yg terjadi di RS atas nama ibu Diah atas kesalah pahaman tentang alur pelayanan di Rumah Sakit

Mengutip laporan IQAir pada Senin pagi (28/8/2023) pukul 05.00 WIB, kualitas udara di Jakarta makin memburuk dengan status tidak sehat. Ini karena indeks kualitas udara AQI US menanjak menjadi 153 dan polutan utama PM2.5. Level pada Sabtu pagi masih 124 dan indikasinya hanya tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini mencapai 58,5 mikrogram per meter kubik lebih tinggi 11,7 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer). Batas aman menurut WHO hanya 15 mikrogram per meter kubik.

Dalam rangking kota AQI langsung dari beberapa kota di Indonesia per hari ini, Jakarta masuk peringkat enam dalam 10 rangking kualitas udara yang tidak sehat di Indonesia. Karawang menjadi peringkat terburuk dengan angka AQI US 167, diikuti Serang 162, dan Cileungsir 161 serta Depok yang juga berada pada level 161.

Baca Juga  Percepatan Pencapaian Vaksinasi 70 Persen di Awal Januari 2022 Laskar Merah Putih Gelar Vaksinasi Tahap 1 dan 2

(Rachmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)