Opini  

Menghidupkan Tembang Batang Hari Sembilan

Industri Kreatif Berbasis Sastra Lokal

Yanti Sariasih
(Dosen, Asesor BAN PAUD & PNF, Kepala TK Gemilang Jaya Baturaja)

Indonesia sebagai negara berkembang tengah dihadapkan pada fenomena industri kreatif, sebuah konsep yang diberikan bahwa setiap hal dapat dijadikan sebuah komoditi bernilai tanpa menghilangkan nilai dan asal dari sebuah karya industri itu sendiri. Menurut Departemen Perdagangan RI,

industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif adalah industri yang mengandalkan talenta, ketrampilan, dan kreativitas yang merupakan elemen dasar setiap individu.

Di dalam industri kreatif itu sendiri termuat bahwa seni pertunjukan termasuk salah satu bagian dari industri kreatif. Seni Pertunjukkan (showbiz): merupakan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukkan. Misalnya, pertunjukkan wayang, balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukkan, tata panggung, dan tata pencahayaan. Berbicara soal musik, tidak heran jika musik menjadi sebuah industri kreatif yang memiliki pangsa pasar cukup besar.

Baca Juga  Lebih Dekat dengan Masyarakat Sekitar Anggota DPRD Muhamad Nasir Melakukan Program Rutin "BAKSOS"

Berkaitan dengan industri kreatif yang telah dicanangkan, pemerintah melalui berbagai pihak mulai gencar menggalakkan hal ini ke khalayak luas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah industri kreatif berbasis sastra lokal, dalam hal ini mewakili kebudayaan dan seni daerah.

Pemerintah daerah yang menjadi perpanjangan pemerintah pusat terus berupaya untuk menggalakkan program indurti kreatif berbasis sastra lokal di daerah masing-masing. Menumbuhkembangkan industri kreatif berbasis sastra lokal ini tidak lepas dari budaya setempat.

Dalam sastra lokal ada hal yang selalu disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai tersendiri bagi kebudayaan tersebut. Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi sastra lokal yang unik dan dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang dipadukan dengan sentuhan teknologi. Berbicara tentang sastra lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan kedalam industri kreatif, Sumatera Selatan memiliki salah satu kearifan local yang dapat dikembangkan sebagai industry kreatif yaitu Tembang Batanghari Sembilan.

Baca Juga  Kementerian Agama OKU Timur Tetapkan Besaran Zakat Fitrah

Tembang Batanghari Sembilan adalah istilah irama musik dengan petikan gitar tunggal yang berkembang di daerah Sumatra bagian selatan yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah tradisi pantun dan diiringi dengan gitar tunggal, yang menjadi ciri khas Batanghari Sembilan itu sendiri. Pengertian yang lebih luas lagi berkenaan dengan Batanghari Sembilan adalah kebudayaan yang berbasis pada sungai. Kebudayaan ini merupakan kebudayaan agraris yang selaras dengan alam dan musik yang diekspresikan dari budaya ini bernuansa romantik, melonkolik, dan naturalistic.

Pasang surutnya Tembang Batanghari Sembilan ini mau tidak mau harus mendapat perhatian khusus dari lembaga-lembaga terkait yang berperan penting dalam upaya melestarikan Tembang Batanghari Sembilan sekaligus menjadikan Tembang Batanghari Sembilan ini sebagai komoditi industri kreatif berbasis sastra lokal yang menguntungkan.

Baca Juga  Sumsel Zona Hitam Mafia Sumber Daya Alam dan Perkebunan

Teknologi ini diharapkan dapat memunculkan wajah baru bagi Tembang Batanghari Sembilan tanpa harus meninggalkan ciri khasnya. Pantun yang diiringi dengan gitar tunggal dikemas dalam bentuk penyajian yang lebih modern. Selain itu, perlunya pembinaan dan pelatihan SDM generasi muda calon seniman Tembang Batanghari Sembilan, mempromosikan Tembang Batanghari Sembilan ini pada level daerah dan nasional, dan menjalin kerja sama antar lembaga yang menanungi kegiatan ekonomi kreatif dan seni.

Harapan yang timbul dari langkah-langkah di atas adalah mewujudkan industri kreatif berbasis sastra lokal dengan kata lain mewujudkan Tembang Batanghari Sembilan sebagai industri kreatif yang dapat menopang ekonomi daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)