Religi  

Kisah Jaka Bajul Dan Beduk Kramat Desa Jatisawit

Sebelum sampai ke rumah, di tengah jalan ia melihat anak buaya. Daripada membawa tangan kosong, Ki Kamal pun berpikir mending dibawa saja anak buaya tersebut. Sesampai rumah, anak buaya tersebut ditaruhnya di balong—kolam kecil.

Buaya ini diurusnya dengan baik. Namun, ada satu keanehan. Buaya ini seperti manusia. Apa yang ia makan seperti layaknya seorang manusia. Buaya ini suka dengan nasi, sambal, dan lainnya.

Lambat laun buaya ini semakin tumbuh kembang. Ia semakin besar. Selama itu pula buaya ini diasuh oleh Ki Kamal dan Nyi Santi. Ada hal yang sangat menggembirakan kedua pasangan ini. Buaya tersebut tak pernah bikin ulah. Tak pernah mengganggu orang.

Baca Juga  Cikal-bakal peradaban Sumedang Larang berawal dari munculnya Kerajaan Tembong Agung 

Saban bulan purnama, buaya ini mengubah wujudnya menjadi manusia. Ketika Ki Kamal dan Nyi Santi sudah tidur, buaya ini segera menjelma menjadi sesosok manusia ganteng. Ia menyebut dirinya dengan sebutan Jaka Bajul.

Setelah berganti wujud, Jaka Bajul ini mencari teman-temannya. Kesana-kemari. Ternyata, hanya di rumah Kuwu Sardana yang paling ramai. Di rumah Kuwu banyak sekali bujang dan gadis sedang bermain. Di situlah perjumpaan pertama kali antara Katijah dan Jaka Bajul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)