Bukit Asam (PTBA) Teken Kerja Sama Gasifikasi Batu Bara dengan Pertamina

Dengan demikian, PTBA tidak akan menanggung beban risiko finansial dan konstruksi.

Pabrik penghiliran batu bara tersebut akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dan diproses menjadi 1,4 juta ton DME yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan bahwa pengembangan DME ini dapat mensubstitusi LPG untuk pengguna rumah tangga sehingga dapat mengurangi impor LPG yang saat ini mencapai lebih dari 70 persen.

Ini adalah salah satu milestone hilirisasi batubara nasional, khususnya dalam pengembangan DME. Ke depannya, diharapkan teknologi yang digunakan efisien dan menghasilkan produk DME yang kompetitif dengan LPG,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina  Nicke Widyawati mengatakan bahwa kerjasama ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memanfaatkan surplus batubara yang cadangannya mencukupi untuk 60 tahun ke depan, sekaligus untuk membantu mengurangi defisit neraca perdagangan.

Baca Juga  Kadispar Palembang Minta SDM Pariwisata Prioritas Kedua Penerima Vaksin

“Bagi Pertamina, dengan infrastruktur hilir yang dimiliki saat ini dan tidak banyaknya modifikasi teknis, maka kami optimis program konversi ini akan berhasil dijalankan,” ujar Nicke.

CEO Air Product Inc. Seifi Ghasemi mengatakan bahwa pihaknya bangga dapat menjalankan kesepakatan ini untuk membangun fasilitas konversi batubara ke DME.

“Kami percaya Indonesia di masa depan akan menjadi negara yang besar dan kami siap bekerjasama dan berinvestasi di Indonesia,” papar Ghasemi(Harno Pangestoe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)