Sumsel  

Muara Enim Rawan Proyek Putus Kontrak dan Berpotensi Rugikan Negara, K MAKI Angkat Bicara

PALEMBANG,  SINERGINKRI.COM| Polemik proyek progres fisik di bawah 60% pada akhir tahun dan perpanjangan waktu di atas waktu masa kontrak di duga terjadi di PUPR Kabupaten Muara Enim. Dari data yang didapat dari sumber yang dapat di percaya setidaknya ada 22 kontrak dengan perkiraan nilai kontrak Rp. 50 milyar lebih belum selesai dan di perpanjang waktu pelaksanaan dengan addendum kontrak.

Proyek – proyek yang berpotensi putus kontrak itu meliputi :

1. Peningkatan Jalan Belakang Puskesmas Beringin no kontrak 620/P05.02/SPJK/PPK-01/APBD/DPUPR/2022 tanggal pekerjaan 08 September 2022 dengan anggaran 823.850.000, 110 hari kerja oleh CV. HUTAMA MUKTI pekerjaan 50 persen

2. Peningkatan Jalan Sp. Harapan Mulya – Arisan Musi nomor 622/P38.02/SPJK/PPK-01/APBD/DPUPR/2022 tanggal pengerjaan 25 September 2022 drngan nilai kontrak 2.941.420.000 oleh CV. TUJUH ENAM SARANA pekerjaan 50 persen

3. Rehap Ruas Jalan Sp. Begadang – Cahaya Alam nomor622/244/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 10 Nopember 2022, nilai kontral 2.901.391.000, 45 hari kerja eh CV. REDYS PUTRA MANDIRI hasil pekerjaan 58 persen

4. Peningkatan Jalan Lingkar Desa Rekma Jaya nomor 622/269/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 18 Nopember 2022 nilai kontrak 1.442.407.000 45 31 oleh CV. REDYS PUTRA MANDIRI hasil pekerjaan 56 persen

5. Peningkkatan Jalan Dusun V Desa Padang Bindu nomor 622/252/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 08 Nopember 2022 nilai kontrak 1.938.102.000 oleh CV. LANGGENG BERSAMA, hasil pengerjaan 58 persen

6. Peningkatan Jalan Sp. Patra Tani – Harapan Mulya nomor 620/275/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 10 Nopember 2022, nilai kontrak 9.791.615.000 oleh CV. BUMI SELAYA dengan hasil pekerjaan 55 persen

7. Peningkatan Ruas Jalan Tanah Abang – Pagar Dewa Segmen I (STA-03+000 – STA15+000) nomor 620/152/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 27 Oktober 2022, nilai kontrak 34.360.000.000 oleh CV. OSA PUTRA BUTOM hasil pengerjaan 80 persen

8. Peningkatan Jalan Sp. Aur – Muara Harapan Segmen I (STA00+000 – STA22-470) Sp. Marga Mulya nomor 620/242/PPK-2/APBDP/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 27 Oktober 2022 nilai kontrak 25.383.071.000 oleh PT. WIJAYA KITA SARANA 80 persen

9. Pembangunan Oprit Jembatan Senuling Ruas Jalan SP.Aur- Muara Harapan nomor 630/198/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 10 Nopember 2022, nilai kontrak 2.978.081.000 oleh PT. MUARA SAKTI GROUP 57 persen

10. Rehab Jalan Desa Gemawang nomor 620/201/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 10 Nopember 2022 dengan nilai kontrak 1.481.850.000 oleh CV. DJANG PERMATA 57 persen

11. Peningkatan Jalan Desa Manunggal Makmur nomor 620/203/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 10 Nopember 2022, nilai kontrak 969.800.000 oleh CV. ASEFA JAYA 57,3 persen

12. Pembangunan Jembatan Pipa Desa Gemawang nomor 620/259/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022, tanggal pengerjaan 15 Nopember 2022 dengan nilai kontrak 732.194.000 oleh CV. DINDARA PRIMA JAYA 25 persen

13. Peningkatan Jalan Talang Sinar Padang – jalan Toman Desa Pagar Agung nomor 622/176/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 08 Nopember 2022 nilai kontrak 725.000.000 oleh CV. ASEFA JAYA 58,1 persen

14. Peningkatan Jalan Desa Baru Rambang nomor 620/205/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 08 Nopember 2022 843.740.000 oleh CV. ASEFA JAYA 57,5 persen

15. Peningkatan Jalan Ruas Tanah Abang – Pagar Dewa Segmen II ( STA 15+000 – STA 30+000) nomor 622/147/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 27 Oktober 2022 nilai kontrak 29.419.999.000 oleh PT. BENTANG KHARISMA JAYA 80,6 persen

16. Lanjutan Peningkatan Jalan Dalam Kota Muara Enim nomor 620/174/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal oengerjaan 10 Nopember 2022 nilai kontrak 6.860.244.000 oleh DEKON KARYA 35 persen

17. Rehab Jalan Desa Sukajaya nomor 622/176/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 09 Nopember 2022 nilai 2.909.000.000 oleh CV. PEHABONG ULE LESTARI 77 persen

18. Peningkatan Jalan Lingkar Desa Sialingan nomor 622/261/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 14 Nopember 2022 nilai kontrak 973.966.000 oleh CV. DINDARA PRIMA JAYA 56 persen

19. Rehab Jalan Gunung Agung – Rekimai nomor 620/169/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 07 Nopember 2022, nilai kontrak 991.504.000 oleh CV. WEDARI ELNITA SUKSES 55 persen

20. Rehab Jalan Desa Segamit – Danau Ringkih nomor 620/223/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 11 Nopember 2022, nilai kontrak 1.897.117.000 oleh CV. MAJU TERUS 55 persen

21. Lanjutan Peningkatan Jalan Dalam Kota Tanjung Enim nomor 621/242/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2022 tanggal pengerjaan 09 Nopember 2022, nilai kontrak 3.927.180.000 oleh CV. DEKON KARYA 80 persen

22. Pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Lematang Kecamatan Empat Petulai Dangku (Tahap II) nomor 630/P03.02/SPJK/PPK-PR/APBD/DPUPR/2022 tanggal pengerjaan 09 Agustus 2022 nilai kontrak 4.891.920.000 oleh CV. SALEH & CO 47,12 persen

Menanggapi proyek yang belum selesai dan di addendum perpanjangan waktu, Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) angkat bicara,  “ini merupakan potensi musibah besar untuk kabupaten Muara Enim”, ucap Koordinator K MAKI Bony Balitong. Selasa (03/01/2023).

“Dari data yang kami terima terdapat banyak proyek yg progresnya diduga 50% pada saat ini dan waktu pelaksanaan kontrak diduga dibawah 60 hari maka ini harusnya putus kontrak karena waktu adendum  perpanjangan kontrak hampir sama dan diduga lebih dari masa kontrak”, jelas Bony Balitong.

“Ini bisa saja di karenakan pada saat proses verifikasi administrasi dan vaktual peserta lelang oleh ULP diduga tidak meneliti kebenaran data yang di sampaikan peserta lelang terkait kelengkapan peralatan kerja seperti alat berat, main power, tenaga ahli, time schedule dan pengalaman kerja”, ujar Bony Balitong.

“Proyek terlambat akan bermasalah pada kuantitas dan kualitas pekerjaan karena di kerjakan masa injuri time atau kejar tayang”, ucap Bony lebih lanjut.

“Kalau sampai terjadi kerugian negara karena kuantitas dan kualitas proyek tidak memenuhi klasual kontrak maka ULP harus juga di mintakan pertanggung jawaban karena meloloskan kontraktor yang diduga tidak layak mengerjakan kontrak”, jelas Bony Balitong.

“Tidak ada kata imunitas hukum bagi ULP terkait pengerjaan kontrak karena mereka yang memilih rekanan kontraktor menjadi pemenang lelang untuk pengerjaan kontrak atau menjadi sebab suatu kesalahan”, papar Bony Balitong.

“Kami berharap Kejaksaan Negeri Muara Enim pro aktif melakukan investigasi proyek terlambat karena potensi kerugian negara disebabkan keterlambatan waktu bisa berakibat kuantitas dan kualitas proyek berpotensi tidak sesuai klausal kontrak”, kata Bony Balitong.

“Intinya kami akan melaksanakan investigasi lapangan setelah FHO nanti tanpa perlu menunggu audit BPK karena audit BPK hanya bersifat penilaian kinerja bukan audit dengan tujuan tertentu”, pungkas Bony Balitong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!