IMIP Topang Fiskal Negara, Tingkatkan Ekspor dan Ekonomi

Perkembangan rantai pengolahan pun membuat nilai tambah produk yang diekspor berpotensi meningkat. Permintaan global terhadap material EV battery dan stainless steel diprediksi akan terus membuka ruang bagi pertumbuhan ekspor produk turunan nikel dari Sulteng. Di sisi lain, data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebutkan, nilai impor bahan baku atau penolong industri Sulteng mencapai USD 8,82 miliar atau 79% dari total impor, sedangkan impor barang modal meningkat 14,4% menjadi USD 2,33 miliar. Barang modal dan barang modal dan bahan baku industri ini diperuntukan menyokong operasional 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP.

Tren impor ini menjadi indikator positif pertumbuhan industri yang mencerminkan fase ekspansi dan penguatan kapasitas produksi. Juga menunjukkan adanya investasi berkelanjutan dalam pembangunan fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung.

Baca Juga  Hujan Tak Padamkan Gelora HUT ke-80 RI di PT.IMIP

BI Sulteng menyebut, Kabupaten Morowali berkontribusi signifikan terhadap perekonomian regional, melalui peran dominan sektor industri pengolahan dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari tinjauan BI merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Kabupaten Morowali mencapai 47,6% total PDRB Sulteng.

Disebutkan, laju pertumbuhan ekonomi Morowali hingga Maret 2026 berada pada posisi kedua tertinggi di antara 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Memasuki triwulan I 2026, Morowali menunjukkan pertumbuhan ekonomi 10,81%, setelah Morowali Utara di posisi teratas dengan angka 19,97%. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Sulteng tertinggi ke-2 setelah Maluku Utara. Laju peningkatannya mencapai 8,47%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11%.

Baca Juga  IMIP Ramah Perempuan, Wujudkan Kesetaraan Gender

Meski fluktuatif, kontribusi Morowali tetap menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi regional. Surplus neraca perdagangan Sulawesi Tengah tidak hanya mencerminkan kinerja ekspor yang kuat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

Memasuki tahun 2026, BI Sulteng optimis ekonomi daerah tetap tumbuh tinggi di angka double digit (12-13%). Diketahui, hingga Desember 2025, total investasi yang masuk ke kawasan IMIP tercatat mencapai USD 41,483 miliar atau setara Rp696,91 triliun.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 sebesar USD 29,6 miliar. Ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap ekosistem industri berbasis nikel terintegrasi yang berkembang di kawasan tersebut.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyampaikan, pertumbuhan investasi ini berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga  IMIP Hibahkan Incinerator ke Pemda Morowali untuk Atasi Sampah

Peliput : Abd Rahman Tanra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)