Daerah  

Gelar Konferensi Pers, 4 Kandidat Calon Ketua PKC PMII SUMSEL Minta PB PMII untuk memberikan Solusi

•KONKOORCAB PKC PMII SUMSEL Dinyatakan Gagal dan Cacat Konstitusi

Palembang, sinerginkri.com | Pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumatera Selatan (KONKOORCAB PKC PMII SUMSEL ke XIX) yang diselenggarakan pada tanggal 04-06 Maret di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan menuai Kontroversi di kalangan Publik, Rabu (9/4/2022).

Menyikapi hal tersebut, 4 Kandidat Calon Ketua PKC PMII Sumatera Selatan. Diantaranya, Yiki Netra (Kandidat Nomor 1), Pardinan (Kandidat Nomor 2), Rudianto Widodo (Kandidat Nomor 4) dan M. Eko Wahyudi (Kandidat Nomor 5) melaksanakan konferensi pers untuk memberikan Informasi terkait kondisi lapangan secara konkrit.

Rudianto Widodo, selaku Kandidat Nomor 4 mengatakan, “keempat Kandidat telah menyatukan persepsi untuk kemudian berbicara pada hal layak publik guna memberikan informasi valid kepada publik tentang apa yang sebenernya terjadi pada Pelaksanaan Konkoorcab PKC PMII SUMSEL Ke XIX. Kami menilai bahwa Rangkaian Pelaksanaan Konkoorcab PKC PMII SUMSEL ke XIX terindikasi Cacat Administrasi dan Cacat Konstitusi, karena Forum Sidang Pemilihan di ketuk untuk ditunda (pending), namun kemudian dinodai Deklarasi Kemenangan diluar Konstitusi yang kami anggap merupakan sebuah bentuk Penghinaan terhadap Organisasi, dalam hal ini kami meminta tindakan tegas dari PB PMII untuk memberikan Sanksi kepada BPK (Badan Pekerja Konkoorcab) PKC PMII SUMSEL yang telah Offside melanjutkan pelaksanaan Konkoorcab tanpa melibatkan Delegasi PB PMII atas intruksi Ketua Demisioner PKC PMII Sumsel.” Tutur Dodo.

Baca Juga  Bupati Cianjur Keluarkan Surat Edaran Pembatasan dan Larangan Kegiatan Di Tengah Kondisi Pandemi Gelombang 3 Terjadi

Juga kandidat PKC PMII SUMSEL Nomor 1, Yiki Netra menjelaskan beberapa point diantaranya,

1. Pelaksanaan KONKOORCAB PMII Sumatera Selatan ke XIX dianggap GAGAL dikarenakan pihak BPK terindikasi sengaja menggagalkan pelaksanaan Konkoorcab untuk kepentingan sepihak.

2. Kegagalan Konferensi tersebut menghasilkan penundaan sidang dan tidak adanya Ketua Terpilih.

3. Rangkaian Pelaksanaan Konkoorcab PKC PMII SUMSEL Tidak Tuntas sampai kepada tidak adanya kejelasan dan Transparansi dari pihak BPK.” Jelas Yiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)