Sumsel  

K MAKI : Proyek gasifikasi Dimetil Eter hasilkan gas ramah lingkungan dan gusur kapitalism batubara

“Dengan harga gas LPG subsidi pada kisaran Rp. 5.000 per kg maka harga dimetil eter perton pada kisaran Rp. 5.000.000 per ton maka harga batubara domestik di tekan pada kisaran harga Rp. 900.000 per ton”, ungkap Bony Balitong.

“Perlu aturan yang ketat terkait DMO atau Domestic Market Obligation menjadi 50% dari produksi batubara swasta nasional”, kata Bony Balitong lebih lanjut.

“Efeck dari harga DMO ini adalah mencegah kerusakan lingkungan yg lebih parah karena tambang ilegal dan produksi yang jor – joran”, ucap Bony dengan tersenyum.

“Konglomerat dadakan akan berkurang dan tidak ada lagi ribut – ribut masalah IUP pertambangan karena pembatasan keuntungan”, pungkas Bony Balitong. (*/rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)