Lebih Sehat dan Hemat: _Bike to Work_ di Lingkar Industri IMIP

Kegiatan bersepeda lalu menginspirasinya untuk membuat dan membagikan konten video blog (vlog). Konten vlog-nya pertama kali dipublikasi via TikTok pada Juni 2025, dan menyedot banyak penonton.

“Karena ternyata FYP (_for your page_/termasuk konten pilihan), ya lanjut. Dapat uang kan? Tiba-tiba motivasiku bertambah satu lagi, mengajak orang-orang lain di sini untuk naik sepeda,” urainya.

*Ubah Masalah Jadi Kebiasaan Baru*

Serantai cerita dengan Kesya, Fikriyanto Rauf mengaku, bersepeda awalnya bukan pilihan utama untuk pergi bekerja. Karyawan PT Guangchingde Metal Rolling (GCDMR), Departemen Rolling Stainless Steel (RSS) bagian Control Room itu justru mulai mengayuh setelah sepeda motornya berkali-kali mengalami kerusakan.

Motor yang telah diservis ternyata kembali bermasalah. Biaya perbaikan dan penggantian suku cadang bahkan mencapai lebih dari Rp3 juta. Fikri akhirnya memulangkan kendaraan tersebut ke kampung halamannya di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dia lalu membeli sepeda seharga sekitar Rp2 juta. Sejak Maret 2026, sepeda kayuh menjadi bagian dari kebiasaan barunya berangkat kerja sambil berolahraga.

Pilihan tersebut semakin mantap ketika Fikri mempertimbangkan pengeluaran bahan bakar. Baginya, menggunakan sepeda berarti ada biaya perjalanan yang bisa ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan lain atau ditabung. Perjalanan dengan sepeda juga membuatnya daperubahan tak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Seperti ditunjukkan Kesya dan Fikri, konsistensi menjalani satu demi satu kayuhan berbuah manfaat dan kebiasaan baik.

“Bersepeda itu rasanya senang, coba saja. Dari situ kita bisa punya perubahan setiap hari. Minimal setiap tahun sebaiknya ada yang berubah lebih baik dari diri kita,” motivasi Kesya.

Peliput : Abd Rahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)