Keluarga Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu mempercayakan kepada aparat kepolisian untuk mencari tahu siapa penelepon Buddy sebelum ditemukan tewas

“Artinya kalau rekayasa naik grab itu ditabrak bisa macam-macam kan kita menduga kan, biasa menghilangkan jejak kan supaya dianggap kematian tabrakan, nah ini tahu-tahu kereta. Karena dari keluarga tidak ada masalah keluarga dia, keluarga besar juga kumpul, seperti paskah, seperti itu,” sambungnya.

Oleh karenanya, dia sebagai salah satu perawakilan keluarga AKBP Buddy menolak jika ponakannya itu tewas akibat bunuh diri.

“Jadi kami keluarga besar saya sebagai paman menolak dengan tegas kalau ada dugaan bunuhu diri. Kita memberikan kepercayaan kepada pihak berwajib supaya tuntaskan dulu. Karena meninggalnya ini karena ada yang menelepon itu, itu yang jadi pertanyaan,” pungkasnya.

(Rachmat)

Baca Juga  Keluarga dari AKBP Buddy Alfrits Towoliu curiga terkait bandar narkoba yang bermain di belakang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)