Kapolda Banten Sambut Silahturahmi Masyarakat Suku Baduy

Terkait dengan hal tersebut Jaro Saija meminta dukungan kepada Kapolda Banten. “Kami masyarakat suku Baduy masih akan kembali meminta tambahan lahan dari perhutani yang berada di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten yang akan diberdayakan oleh Suku Baduy untuk berladang atas permintaan itu kami meminta dukungan kepada bapak Kapolda untuk membantu agar Pemerintah dapat memberi tambahan lahan,” ucap Jaro Saija.

Terkait dengan permintaan tersebut Kapolda merespon baik dan akan mendukung. “Menurut saya tambahan lahan 300 hektar memang kurang, saya mendukung penuh penambahan lahan berladang untuk Suku Baduy, bila dibutuhkan per surat maka kami akan siapkan,” tutur Kapolda

Ditempat yang sama, Uday Suhada selaku pemerhati Budaya Baduy mengapresiasi Kapolda Banten yang telah menerima masyarakat Baduy ke Rumah Dinasnya.

Baca Juga  Oknum Aparatur Desa di OKU Timur diduga pakai Ijazah dan Data orang lain

“Saya mengapresiasi Kapolda Banten yang sampai saat ini sudah dua kali menerima kunjungan suku Baduy untuk bersilahturahmi setelah selesai pelaksanaan Seba Baduy,” ujarnya.

Uday Suhada sangat mendukung dengan permintaan suku baduy untuk pertambahan lahan mengingat saat ini 3.000 hektar hutan yang masuk dalam tanah ulayat suku baduy yang dikelola untuk kelestarian hutan.

“Saat ini suku Baduy tinggal di 68 kampung dengan 17.600 jiwa sehingga masyarakat suku Baduy akan sangat terbantu jika Kapolda dapat mendukung untuk perluasan lahan hutan yang dapat digunakan masyarakat Suku Baduy untuk bercocok tanam,” jelasnya.

Lanjut Uday, nilai kearifan lokal tentang kedaulatan pangan di Suku Baduy dimana masyarakat yang sudah berumah tangga wajib memiliki ladang dimana hasil ladang tidak dijual sehingga sampai dengan saat ini tidak ada warga yang mati kelaparan.

Baca Juga  Berinovasi : Polda Sumsel Rapat pembuatan aplikasi Mang Pedeka 

“Dalam suku Baduy tidak ada jarak antara pemimpin dengan warganya, pemimpin melayani bukan dilayani dan hidup menyatu dengan alam serta penuh kesederhanaan,” pungkas Uday Suhada.

Penulis : Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)