Sumsel  

Herman Deru Dorong Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Hutan

Herman Deru saat menghadiri Festival Kehutanan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang

Palembang, sinerginkri — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan demi keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Festival Kehutanan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyoroti semakin langkanya berbagai jenis kayu khas Sumatera Selatan yang dahulu mudah ditemukan di kawasan pedesaan. Ia menyebut jenis kayu seperti jelutung, merawan, hingga merbau kini mulai sulit dijumpai akibat semakin berkurangnya kawasan hutan alami.

Menurut Herman Deru, perkembangan teknologi saat ini turut membantu mengurangi penggunaan kayu dalam pembangunan. Penggunaan material seperti rangka baja ringan, kusen aluminium, dan aluminium composite panel (ACP) menjadi salah satu solusi untuk menekan penebangan pohon secara besar-besaran.

Baca Juga  HDMY Hadiri Rapat Paripurna ke 69 DPRD Sumsel

“Kalau dulu hampir semua bangunan memakai kayu, sekarang sudah banyak alternatif. Ini salah satu bentuk kemajuan teknologi yang membantu menjaga hutan,” ujarnya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika.

Ia mengatakan Festival Kehutanan menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi lingkungan di kalangan generasi muda. Meski penanaman pohon dilakukan secara simbolis, Herman Deru optimistis semangat mahasiswa akan terus tumbuh untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai kawasan hijau dan paru-paru kota.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Sumatera Selatan memiliki wilayah gambut yang sangat luas dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumsel Dr.Hj.RA Anita Noeringhati SH MH Hadiri Muswil MDI

Herman Deru turut menyinggung pengalaman ketika kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumsel sempat menjadi sorotan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan meminta masyarakat lebih bijak dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, ia juga menyoroti perubahan iklim yang kini semakin sulit diprediksi. Menurutnya, kondisi cuaca saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu ketika musim hujan dan kemarau masih mudah diperkirakan.

“Sekarang iklim sudah anomali. Sudah hampir Juni tapi masih hujan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan pentingnya peran akademisi dan mahasiswa dalam membangun kesadaran lingkungan. Ia berharap kampus dapat menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak perubahan dalam upaya pelestarian alam di Sumatera Selatan.

Baca Juga  Gandeng TNI, Herman Deru Pacu Ekspansi Sawah Demi Swasembada Pangan Nasional

Festival Kehutanan yang digelar di Kampus UIN Raden Fatah Palembang itu mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui edukasi, penanaman pohon, dan kampanye menjaga hutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin, mengatakan kegiatan ini juga ditandai dengan penanaman pohon di kawasan kampus serta pameran yang berkaitan dengan kehutanan.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Adil Jamil, menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya kampus dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang hijau dan asri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)