Wisata  

Harnojoyo : Sekanak Lambidaro bermula dari lomba susur sungai dari ban bekas mobil

Bapak yang berusia sudah salanjut ini , dengan sangat apik, kata Harnojoyo, menceritakan sejarah 60 tahun yang lalu akan Sungai Sekanak.

“Sebagai sarana transportasi petani mengangkut hasil alamnya, dan dulunya  ikannya sangat banyak dan airnya bisa digunakan untuk sehari hari,” kata Harnojoyo menirukan cerita itu.

Dari sejarah inilah, akhirnya orang nomor satu di kota ini, berkinginan untuk merestorasinya.

“2018 kita mulai melakukan restorasi dari muara Sungai Sekanak dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota sebesar Rp 10 m,dan keindahannya langsung viral di medsos,” ungkap Harnojoyo.

Tidak berhenti disitu, restorasi pembangunan kembali berlanjut ditahun 2019.

“Tepatnya Juli 2019,Pemkot Palembang (seluruh kepala daerah)   beraudensi dengan Kementerian PUPR dan kita mengutarakan untuk merestorasi Sekanak Lambidaro dan langsung disetujui dan mendapat dukungan penuh Gubernur Sumsel,” kata Harnojoyo.

Pembangunan pun kembali berlanjut tahun 2011 dari Balai Sungai Sumatera VIII.
Nah, kata Harnojoyo kebersihan dan menghilangkan bau tidak sedap dan menyadarkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai menjadi tantangan.

“Ditahun 2020 kita mendapat bantuan dari Pemerintahan Australia untuk membangunan IPAL dan difokuskan ke Sungai Sekanak,” jelasnya.

Untuk sampah padat telah mengandeng pihak ketiga untuk insenerator.

“Insenerator ini mampun membakar 1.000 ton sampah perhari dari 1.200 000 ton yang dihasilkan perhari dan hanya 600 ton sampah dibawah ke TPA,” jelasnya. (Rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)