LSM Baretta Meradang Laporkan Dugaan Korupsi Dewan Komisaris dan Direksi BSB ke Kejati Sumsel

Ketua LSM Baretta Bony Budiyanto di dampingi Rahman Bogel menyoroti kinerja Dekom dan Direksi Bank Sumsel Babel (BSB)

Palembang, sinerginkri.com – Dalam orasinya Ketua LSM Baretta Bony Budiyanto di dampingi Rahman Bogel menyoroti kinerja Dekom dan Direksi Bank Sumsel Babel (BSB) yang berpotensi merugikan negara.

Rahman Bogel menyatakan kecerobohan Pelaksanaan Asuransi Kredit yang Berpotensi merugikan Bank dalam orasinya.

“Terdapat kredit hapus buku tanpa penerimaam klaim maupun klaim dalam proses dengan total nilai kerugian Rp 2,5 miliar”, ujar Rahman.

Selanjutnya Ketua Baretta itu berkata, “Terdapat potensi kerugian Rp 2,3 Miliar akibat klaim asuransi yang lewat waktu di capem Bandara Mas”

“Terdapat kredit cabang yang tidak diasuransikan dengan total nilai Rp 290 juta”

“Risiko Reputasi dan Kerugian Negara pada Praktik Penyaluran Kredit KUR yang tidak mengindahkan prinsip prudential Bank”, ucap Rahman.

Lanjut Rahman, “Kredit KUR Yarmen di Martapura Dimana jumlah kredit yang diterima debitur tidak sesuai dengan akad dan dilakukan pemotongan Rp 4 juta per debitur dengan praktek pencaloan, total kredit yang tidak tertagih terhadap 25 debitur sebesar Rp. 625 juta”.

Lain halnya dengan Bony Belitong selaku ketua LSM Baretta Sumsel juga nyatakan dalam orasinya, “Kredit KUR Ubi Kasesa di Manggar untuk 21 kelompok pertain yang tidak mempunyai pengalaman di bidang pertanian ubi kasesa bekerjasama dengan PT BAM dan PT ITMB sebagai mitra yang tidak memenuhi kewajiban-kewajiban sesuai PKS akibatnta kredit macet berpotensi merugikan bank sekitar Rp. 916 juta”.

“Demikian juga Fasilitas Kredit Tambak Udang Vaname di Manggar dengan total 18 M, diantaranya kepada 34 Debitur yang tidak masuk kriteria pemerima KUR sebesar Rp 4,8M, sehingga wajib mengembalikan subsidi KUR sebesar Rp 273 juta dan Pencairan kredit dilakukan sebelum dilaksanakannya Analisa Kredit dan terdapat kepentingan pejabat di cabang manggar atas fasilitas kredit tersebut dengan total Rp 2,4 miliar”, terang Bony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)