7,2 Milyar Untuk Souvenir, Biro Umum Pemprov Jatim Langgar Perintah Presiden Prabowo

Erick Komala, Anggota Komisi A DPRD

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini berpendapat anggaran sebesar itu hanya untuk souvenir dan cinderamata adalah bukti kenekatan sebuah OPD melawan perintah Presiden. Dengan tidak tidak lagi mengindahkan instruksi effesiensi yang telah dilakukan oleh seluruh aparat pemerintahan di Indonesia tak terkecuali Jawa Timur.

“Kami selaku anggota komisi A yang mana biro umum adalah mitra komisi A sangat menyayangkan hal ini terjadi,” kecam Erick.

Ia meminta agar Gubernur JAwa Timur Khofifah Indar PArawansa segera melakukan teguran terhadap bawahannya. Sekaligus menghitung ulang urgensi kebutuhan anggaran sebesar itu hanya untuk belanja souvenir dan cinderamata. “Coba lah di pikir dan di hitung benar apakah se-urgent itu sehingga membebani anggaran sampai 7 milyar hanya souvenir dan cinderamata,” saran Erick.

Baca Juga  Pengmas UI Berdayakan Kemampuan Menafsirkan Simbol-Simbol Kesenian Jaranan Buto

Politisi muda ini berharap semua pihak menghormati Inpres 1/2025 dengan melakukan pencermatan anggaran agar bermanfaat untuk kebutuhan yang lebih menyentuh ke masyarakat.

“Mari kita bersama mengkaji dengan bijak mana yang seharusnya perlu di efisiensi. Saya rasa acara formal pun tidak harus mendapatkan souvenir yang mahal, bisa lebih sederhana seperti E-sertifikat,” pungkas Erick. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)