Tiga Problem Dasar Sampah di Morowali yang Tak Kunjung Selesai

Morowali, Sinerginkri.com | Sampah terus menjadi masalah meski sudah banyak inovasi dalam pengelolaannya. Sampah plastik dan kemasan produk kebutuhan sehari-hari (jenis sampah anorganik), dianggap tak berharga sehingga tidak terkelola dengan baik.

Head of Department Environmental PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park), Yundi Sobur, mengatakan, hari ini sampah menjadi sebuah permasalahan yang harus menjadi perhatian dan perlu mendapat penanganan lebih komprehensif. Tak lagi menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun semua pihak, baik masyarakat, para pelaku usaha, dan elemen masyarakat lainnya harus ikut ambil bagian.

“Harapannya, setiap individu bisa terlibat, mereka bisa lebih peduli dan mengelola sampah yang mereka hasilkan sendiri,” kata Yundi Sobur, Rabu (26/02/25).

Baca Juga  PT.IMIP Menampik Terlibat di Pilkada Morowali

IMIP sendiri telah banyak program yang dijalankan untuk mengurai problematika sampah ini. Utamanya di Kecamatan Bahodopi sendiri. Mulai dari memberikan hibah mesin incinerator, menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah agar bernilai ekonomis, membentuk kelompok swadaya masyarakat yang bertugas memilah dan mendaur ulang sampah, hingga mengusulkan ke pemerintah desa agar ada Perdes (Peraturan Desa) yang mengatur penanganan sampah ini.

Wawi Priyono, Pengawas Lingkungan Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup Morowali, dalam kegiatan workshop pengelolaan sampah dalam rangka peringatan HPSN 2025 yang diselenggarakan oleh PT IMIP pada Sabtu (22/02/2025) menyebut, setiap harinya warga Bahodopi menghasilkan 200 ton sampah. Sehingga dalam sebulan, ada 6.000 ton sampah yang harus dicarikan solusi agar dapat diurai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)