Slamet Tohari Dukun Pengganda Uang Yang Membunuh 10 Orang Berhasil Di Bekuk Polisi

Dari penelusuran polisi diketahui pada Juli 2022, saksi bernama Glydas (15) diajak oleh PO, yang berasal dari Sukabumi, ke rumah Mbah Slamet di Banjarnegara. Keduanya dijemput langsung oleh Mbah Slamet.

“Setelah berada di rumahnya, saat itu Slamet mengajak korban memasuki salah satu ruangan untuk melakukan ritual penggandaan uang,” kata Hendri.

Pada 20 Maret 2023 lalu, muncul laporan korban PO tak kembali setelah mengunjungi rumah Slamet. Hal itu diketahui setelah korban mengirim sejumlah pesan ke pihak keluarga dan mengirim lokasi rumah Slamet.

“Korban juga sempat mengirimkan pesan Whatsapp yang isinya ‘TAKUT AYAH MATI INI SHARE LOK PAK SLAMET’,” tutur Kapolres.

Dari laporan tersebut, polisi bergerak dan mengungkap tewasnya PO hingga menangkap Slamet. Polisi telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk 9 butir potassium dan 19 butir obat berwarna putih yang digunakan untuk pembunuhan.

Slamet dijerat pasal 338 dan 340 KUHPidana tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana dengan ancaman penjara paling lama 15 dan 20 tahun penjara.

Namun setelah didalami lebih lanjut, berdasarkan pengakuan Slamet dan penelusuran polisi, korbannya tak hanya warga Sukabumi tersebut, melainkan membengkak hingga 10 orang. Polisi pun terus mengungkap Kasus Tersebut

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!