Minimalisir Dampak Emisi, Tenant di IMIP Terapkan Teknologi Supercritical Boiler

Kinerja lingkungan yang baik tersebut kembali ditunjukkan pada semester I tahun 2026. Hasil pemantauan mencatat emisi sulfur dioksida sebesar 81 mg/Nm³, nitrogen oksida 165 mg/Nm³, partikulat hanya 3 mg/Nm³, dan merkuri 0,01 mg/Nm³. Seluruh hasil pengukuran tetap berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan pemerintah. Angka tersebut menunjukkan efektivitas teknologi pengendalian emisi yang diterapkan perusahaan berjalan optimal.

Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi udara, lanjut Yundi Sobur, teknologi supercritical juga mendukung pengurangan timbulan limbah hasil pembakaran berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Efisiensi termal yang lebih tinggi membuat jumlah batubara yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit sehingga residu pembakaran yang dihasilkan pun berkurang.

“Proses pembakaran yang lebih sempurna juga mampu menekan kandungan karbon yang tidak terbakar (unburned carbon) dalam abu sehingga meningkatkan kualitas residu yang dihasilkan,” sambungnya.

Melalui penerapan teknologi ini, PT QKM tidak hanya berupaya meningkatkan keandalan pasokan energi dalam mekeandalan pasokan energi dalam mendukung aktivitas industri, tetapi juga menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pengurangan konsumsi sumber daya alam, penurunan emisi, dan pengelolaan limbah yang lebih efektif.

Penggunaan Supercritical Boiler merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengadopsi teknologi modern yang sejalan dengan target efisiensi energi nasional dan upaya perlindungan lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan optimalisasi operasional pembangkit serta memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai dengan regulasi dan standar lingkungan yang berlaku.

“Dengan kombinasi antara efisiensi energi, teknologi pengendalian emisi yang modern, serta pengurangan limbah hasil pembakaran, PLTU PT Qing Kota Metal diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi pembangkit listrik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi perkembangan industri di Indonesia,” kata Yundi.

Peliput : Abd Rahman Tanra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)