K-MAKI Bidik Dinas Perkimtan Kota Palembang Terkait Pagu Rp.37 Miliar Lebih Belanja Tahun 2023 Untuk PJU

Boni Belitong Koordinator K MAKI Sumsel

Palembang, sinerginkri.com – Menyikapi keluhan kerusakan lampu jalan di kota Palembang tidak henti hentinya yang di lontarkan oleh masyarakat terkait banyaknya kondisi lampu jalan yang tidak hidup alias gelap.

Mengingat adanya temuan di kecamatan Alang alang lebar (AAL) yaitu di kelurahan Talang Kelapa merupakan bukti yang nyata menyangkut dari kinerja dinas yang menangani masalah ini penuh dengan tanda tanya yang besar.

Boni Belitong salah satu pegiat anti Korupsi melalui kendaraannya di
K MAKI (Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) lontarkan kritik kinerja dinas Perkimtan kota Palembang bersama jajarannya yang menangani masalah lampu jalan ini, dari tahun ketahun lampu jalan ini tidak pernah menggembirakan ceritanya, ada saja keterpurukan dalam pola kerja yang di dapat, diantara cerita yang menarik di tahun lalu adanya lampu jalan kota Palembang diduga maling listrik (nyangkol) Alhamdulillah temuan ini masih bergulir di KPK yang sekarang lagi di supervisi bagian kanwilnya di Sumatera Selatan (Sumsel),” kata Boni

Baca Juga  PJ Walikota dan Bank Sumsel Babel Dukung Kemajuan Ekonomi Syariah di Palembang

“ ini baru satu kecamatan yang di ketahui dengan jelas, gimana sekian belas kecamatan lainnya jika di tindaklanjuti, dari tahun ketahun tidak sedikit kucuran APBD yang di gelontorkan tidak jua menuntaskan masalah lampu jalan ini, apakah mungkin APBD kota Palembang harus di kucurkan seluruhnya untuk menuntaskan lampu jalan….?

Lanjut Boni ,” perlu di ketahui tahun 2023 pemerintah kota Palembang melalui dinas Perkim ini telah gelontor kan apbd dengan pagu kira kira lebih kurang sebesar Rp. 37 miliar Lebih untuk khusus menangani masalah PJU ini, jika di lihat belanjanya di sirup LKPP dalam penyedia dan swakelola.

“ Menindaklajuti dari adanya penggantian lampu jalan di kecamatan Alang alang lebar beberapa hari lalu yang sampai saat ini masih di lakukan dan rencana akan mencapai 400 buah lampu ,ini menjadi pertanyaan besar, sebenarnya itu anggaran dari mana, dan anggaran tahun berapa, karena dinas Perkimtan ini untuk tahun 2024 belum ada menampilkan anggaran rencana belanja seperti di sirup lkpp dan selama tahun 2023 kok daerah ini tidak tersentuh dalam pergantian lampunya,” kata Boni Belitong

Baca Juga  Ratu Dewa Minta Inovasi Daerah Jangan Hanya Seremonial, Harus Dikembangkan

Kemudian, di samping itu kami juga mempertanyakan eks lampu yang rusak , yang penggantian habiskan anggaran puluhan miliar, sekarang kemana limbahnya , karena itu bisa jadi bukti bahwa beberapa titik lampu yang di ganti tahun 2023 dan itu merupakan asset yang harus di laporkan untuk apa selanjutnya barang tersebut, “ ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)