Bupati Mamuju Geram Warga Pinjam Ambulan Tak Di Kasih

Ia mengatakan, tantenya tersebut meninggal dunia hari Selasa 9 Agustus. Saat di puskesmas, mereka melihat ada ambulans terparkir sehingga berinisiatif meminjamnya.Ya tapi tidak dibolehkan. Akhirnya kami menggotong keranda jenazah tanteku ke rumah duka sejauh 13 kilometer.”

“Ada rasa kecewa karena sopir ambulans merupakan keponakan saya sendiri,” tulis pemilik akun Facebook bernama Fenny Tadius dalam unggahannya.

Dikonfirmasi lebih lanjut, pemilik akun bernama Fenny Tadius tak menampik hal tersebut. Jenazah yang dibawa merupakan tantenya.

“Itu Tanteku namaya Tanisa, awalnya ke puskesmas dirawat, esok harinya meninggal,” kata Fenny Tadius saat dihubungi Wartawan

“Sesuai SOP memang ambulans di puskesmas untuk gawat darurat. Biasanya ada ambulans desa yang bisa digunakan. Selain itu ada juga ambulans dari Lazismu dan Lazisnu yang bisa untuk pelayanan masyarakat,”

Baca Juga  Kepala Sekolah wilayah Cikarang Barat Mengeluh Dana BOS sekolah Belum Cair

Ambulan Itu Di pergunakan Untuk Warga Masyarakat Yang Membutuhkan,Tidak Pilih Kasih Di Daerah,Propinsi Mana pun Sama masyarakat Yang Memang Memang Membutuhkan Wajib Mendapatkan Layanan Ambulan, Unit Ambulan Itu Memang Berfungsi Emergency Baik Pasien atau Jenasah,Ungkap Sutinah Bupati Mamuju.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)