Sunan Gunung Jati dahulu mempunyai murid yang bernama Nyi Mas Panguragan

Nyimas Gandasari dijuluki demikian karena dikabarkan beliau merupakan wanita yang selama hidupnya menyukai wewangian. Dari itulah beliau dijuluki Gandasari yang bermaksud wanita yang wanginya berlipat-lipat ganda.

Tempat dimana Nyimas Panguragan tinggal itu kemudian juga dinamai Desa Panguragan, maksudnya desa yang dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Panguragan.
Nyimas Panguragan atau Nyimas Gandasari sendiri dalam sejarah Cirebon dikenal sebagai Panglima Perang Wanita satu-satunya Kesultanan Cirebon, kiprah beliau untuk Kesultanan Cirebon sangat besar, diantaranya dapat membobol benteng Kerajaan Sunda Galuh sehingga Galuh kemudian dapat ditaklukan Cirebon.
Ganda Sari itu sebenarnya merupakan julukan, karena memang beliau ini dikisahkan sebagai seorang wanita yang bersih, dan suka sekali menggunakan wawangian, sehingga harum tubuhnya itu semerbak berlipat-lipat, sebab memang dalam Bahasa Cirebon kata Ganda bermasud berlipat, sementara Sari bermaksud mewangi.

Selain dikenal dengan nama Gandasari, beliau juga dikenal dengan nama Nyimas Panguragan, Panguragan sendiri merupakan nama Desa/padukuhan dimana beliau tinggal. Panguran juga merupakan wilayah kekuasaannya yang dihadiahkan oleh Sultan Cirebon atas jasa-jasanya. Sementara dalam sejarah Indramayu Nyimas gandasari dipercayai juga sebagai Nyi Endang Darma, Salah satu pendiri Indramayu.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)