Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun di Kabupaten Cianjur Jawa Barat tertimbun longsor

“Ada 18 kali peristiwa puting beliung, beberapa di antaranya menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan para bangunan,” ujar dia.

Peristiwa-peristiwa bencana tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun, lebih terkonsentrasi di wilayah selatan.

“Untuk korban jiwa meninggal ada satu orang, empat orang menderita luka berat dan sebanyak 18 orang luka ringan,” ucapnya.

Sementara untuk korban yang terdampak tercatat, disebutkan ada 1.809 jiwa, dan 531 jiwa di antaranya sempat mengungsi.

“Untuk kerusakan yang berat ada 34 bangunan, rusak sedang 61 unit, 67 unit rusak ringan dan sebanyak 281 rumah sempat terendam,” kata Rudi.

Rudi mengingatkan masyarakat akan ancaman potensi bencana di sepanjang akhir tahun ini, menyusul curah hujan yang tinggi.

Baca Juga  Kepala Sekolah SDN Tridayasakti 04 Bersama Pengurus Komite Sekolah Dan Korlas Adakan Kegiatan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW,

Terlebih, Kabupaten Cianjur merupakan salah satu wilayah dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia.

“Semua jenis bencana berpotensi terjadi. Ibaratnya, Cianjur ini etalase bencananya,” ucapnya.

BPBD Cianjur telah menyiagakan 1.800 relawan tanggap bencana (Retana) yang tersebar di 32 kecamatan.

“Mitigasi bencana gentar kita lakukan. Masyarakat yang tinggal di zona merah terus kita ingatkan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” ujar Rudi.

(Iin.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)