Petani Jagung di OKU Selatan Keluhkan Kelangkahan Pupuk, Kalaupun ada Harganya Mahal

Yoyon Masyarakat Kecamatan Buay Pemaca turut memberikan tanggapan terkait kendala pupuk, memang pupuk bersubsidi saat ini membantu masyarakat namun proses pengurusan berkasnya juga susah, kalau pun ada antara penggunaan pupuk dan kondisi keuangan masyarakat tidak sesuai, pas pupuk keluar kita tidak bisa menebusnya jadi serba salah kami masyarakat petani, mau pinjam dulu setelah panen juga tidak akan diberi oleh pihak kios pupuk.

Jadi kami masyarakat petani berharap adanya kestabilan harga pupuk seperti sediakala saja, dan tidak langkah, karena sistem saat ini sangatlah tidak sesuai harapan masyarakat apalagi luas lahan dan perubahan cara bertani terkhusus petani jagung juga meningkat pesat minatnya barang tentu pasokan pupuk juga berharap adanya penambahan.

” Kami masyarakat berharap adanya keseriusan dari pihak terkait dan membidangi,” ungkapnya.

Suparman salah satu masyarakat peduli terhadap masyarakat petani, dari mendengar keluhan masyarakat petani hendaknya dapat segera diterapkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penebusan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani agar hasil pertanian dapat maksimal dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di OKU Selatan, dan terhindar terjadi kelangkahan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK , serta meningkatkan dan mengoptimalkan pemahaman tata cara penebusan pupuk bersubsidi agar kesejahteraan masyarakat dirasakan masyarakat,” tungkasnya

Pewarta : Joko F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)