Petani Jagung di OKU Selatan Keluhkan Kelangkahan Pupuk, Kalaupun ada Harganya Mahal

OKU Selatansinerginkri.com – Masyarakat petani jagung Kabupaten OKU Selatan mengeluh terhadap pelayanan dan syarat untuk mendapatkan Pupuk bersubsidi pasalnya, sosialisasi terhadap kelompok tani dan untuk terdaftar di RDKK, sangat minim sekali dari pihak terkait, sehingga masyarakat petani yang tidak masuk dalam kelompok tani dan RDKK tidak akan mendapatkan pupuk bersubsidi dan jikapun ada pupuk maka harganya cukup terbilang mahal dan menguras hasil panen mereka.

Pupuk bersubsidi dan non subsidi memang dibilang harga nya jauh berbeda namun jika pasokan pupuk baik bersubsidi dan non subsidi tersebut sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat petani yang ada di RDKK dan masyarakat petani umum lainnya maka hasil panen akan menjamin, Jumat (19/8).

Berikut keluhan masyarakat petani terhadap mekanisme mendapatkan pupuk dan harga pupuk di kabupaten OKU Selatan.

Edi masyarakat desa Kuripan kecamatan Tigadihaji Kabupaten OKU Selatan menyampaikan di enam bulan terakhir ini terjadi kelangkahan pupuk, dimana harga pupuk (non Subsidi) jenis Urea juga terbilang mahal dari sebelum nya 115 ribu -130 ribu /Sak menjadi 150 ribu /sak, dan tidak berimbang juga dengan harga jual hasil panen jagung.

” Kami masyarakat petani jagung mengalami kerugian karena dari hasil panen yang diperoleh tidak sesuai harapan panen karena terkendala pupuk pak, jadi jagung yang kami tanam tidak semua terpupuk,” imbuhnya

Lanjutnya Edi juga menceritakan bahwa bertani jagung tidaklah mudah harus adanya pupuk sebagai penunjang hasil panen, sedangkan kami sebagai petani jagung mengantungkan kehidupan dari hasil panen jagung. “Harapan kami mewakili petani dapat pemerhatian serius dari semua pihak terkait kelangkahan pupuk yang terjadi di kabupaten OKU Selatan,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)