Penanganan Stunting Program Prioritas PT.IMIP

Setelah itu, setiap dua pekan akan dilakukan pemantauan bersama perangkat desa dan bidan desa.

“Setelah edukasi ini, tim CSR PT IMIP akan terus memantau perkembangan anak-anak,” ujarnya.

Dokter Wirdawati dari KUPI IMIP menjelaskan, standar gizi sehat bagi setiap anak diukur dengan membandingkan antara usia dengan tinggi dan berat badan.

Menurutnya, beberapa penyebab awal anak berpotensi gizi buruk ialah kurangnya pengetahuan orangtua, minimnya akses layanan kesehatan bagi warga, juga rendahnya kualitas sanitasi dan air bersih.

“Maka diperlukan kesadaran sejak dini dari kaum perempuan dan ibu untuk memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggal,” jelasnya.

Sebab, kata dia, bila diketahui seorang anak di usia emasnya (sejak janin hingga umur 2 tahun) mengalami gizi buruk, kemudian hari akan mengalami gangguan perkembangan otak, kecerdasan, dan penyakit lain.

Baca Juga  IMIP Raih Predikat Industri Penerima Lulusan Perguruan Tinggi Terbanyak dari Kemenperin

Pada kesempatan ini, Dokter Wirdawati mengedukasi warga pola asuh yang baik, cara pencegahan stunting sejak dini pada perempuan, dan jenis-jenis makanan bergizi yang perlu dikonsumsi sesuai jenjang usia setelah lahir hingga 2 tahun ke atas.

“Yang perlu ditekankan dalam penanganan stunting ialah dari usia remaja, hingga saat menikah, kemudian hamil, dan setelah melahirkan betul-betul dijaga pola asuh dengan makanan bergizi,” tambahnya.

Caranya, lanjut dia, yaitu dengan memperhatikan gizi yang baik dan seimbang, serta memperhatikan lingkungan sekitar terutama sanitasi yang baik,.

Dia juga menekankan pentingnya konsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang, mencakup sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, dan buah-buahan.

“Saya berharap semoga edukasi kali ini, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga angka stunting di Bahodopi bisa menurun,” katanya.

Baca Juga  Upaya Ciptakan Ekosistem Energi Bersih di Kawasan IMIP

Penulis : Abd Rahman Tanra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)