Sumsel  

PASA Gelar Diskusi Publik “Menatap Pemilu 2024 Labilitas Milenial dan Gen Z Terhadap Arah Pemilu”

sinerginkri.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik FISIP Unsri atau yang dikenal dengan Public Administration Students Association (PASA) mengadakan acara Diskusi Publik. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pembuka dari PASA Festival 2.0.

Kegiatan Diskusi Publik ini menghadirkan Erland Evriansyah selaku Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, KPU Sumatera Selatan,Khairunnas selaku Akademisi FISIP Unsri, dan Reynaldi Agustian sebagai perwakilan mahasiswa.

Dengan mengangkat tema “Menatap Pemilu 2024: Labilitas Milenial dan Gen Z terhadap Arah Pemilu” di Graha Bina Praja Sumatera Selatan, Kamis (24/08/2023).

Kurniawan AP., M. Si. selaku Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel yang membuka secara resmi kegiatan ini sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PASA.

Baca Juga  H-12 Road to FORNAS VI, Penggiat yang Mendaftar 11 Ribu, Lebihi Target 10 ribu

“Pemilih pemula paham terhadap pemilu dan tidak terjerumus ke dalam money politik” harapnya.

Chanyo selaku Ketua Pelaksana mengatakan tujuan dari diskusi publik ini adalah untuk meningkatkan kesadaran politik dikalangan muda untuk menghadapi pemilu 2024 nanti.

Dalam pemaparannya Erland menyampaikan bahwa pada saat memilih nanti sebenarnya kaum milenial dan gen Z tidak perlu labil dan bingung, karena sudah banyak info yang tersebar dimana-mana, maka sebaiknya harus mencari tahu kebenarannya agar terhindar dari hoax, lalu tinggal menimbang, mengingat dan memutuskan siapa yang akan dipilih, tentu saja dengan pertimbangan yang objektif.

Selanjutnya Khairunnas membawakan materi dengan topik Pemilih Bijak, Melihat dari Perspektif Perilaku Pemilih, ia menjelaskan bahwa ada tantangan dalam pemilu diantaranya adalah faktor ekonomi yang mendorong kecenderungan praktik politik money, public trust akibat isu yang tidak terkendali, dan minimnya edukasi. Ia juga mengatakan bahwa perilaku pemilih nanti akan didominasi oleh faktor psikologis.

Baca Juga  HD Minta Dexa Ikut Berperan Jadikan Sumsel Sebagai Health Tourism

“Perilaku pemilih, sebagian besar berasal dari faktor psikologis, karena pada saat 2024 nanti pemilih akan didominasi oleh kaum muda yang mana mereka lebih banyak melakukan diskusi dan menggunakan media massa” jelasnya.

Sementara Reynaldi perwakilan dari mahasiswa membawakan materi mengenai pentingnya peran milenial dan gen Z dalam sukseskan pemilu 2024.

“generasi muda memiliki peran sebagai agen perubahan yang bisa menjadi penggerak dalam mendorong masyarakat, agar ikut berpartisipasi menuju perubahan yang lebih baik dan peran sebagai agen pengawas yang mengawasi praktik politik yang rentan terjadi menjelang pemilu”paparnya.

Dalam Closing statement yang diberikan, ketiga narasumber mengajak untuk jangan takut menjadi pemilih pemula, karena ada ungkapan latin yang mengatakan Vox populi, vox dei yang dapat diartikan sebagai suara rakyat adalah suara Tuhan, serta jangan mudah dipengaruhi oleh apapun termasuk uang, karena suara kita adalah harga diri kita, jika kita jual suara kita, maka artinya sangat rendah sekali harga diri kita.

Baca Juga  Mantan Gubernur Sumsel Terseret Dalam Perkara Bank Sumsel Babel, K MAKI : Wajar dan Logis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)