Lomba Canvas Gemilang 2026 Mendapat Respon Positif Masyarakat

Dari tingkat pemerintah pusat, Bappeda menggandeng perwakilan BRIN, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian PAN-RB. Sementara dari tingkat provinsi terdapat perwakilan Bappeda Provinsi Banten. Unsur akademisi juga dilibatkan, antara lain dari Universitas Prasetiya Mulya, Swiss German University, dan Bina Nusantara University.

Masih kata Erwin, keterlibatan para ahli tersebut diharapkan membuat proses seleksi gagasan berjalan ketat dan objektif. Transparansi juga menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Kanvas Gemilang.

Bappeda, sebut Erwin, akan membuka ruang bagi media untuk ikut mengawasi proses tersebut sehingga publik dapat mengetahui bagaimana gagasan peserta dinilai dan bagaimana kompetisi dijalankan.

Program Kanvas Gemilang pun telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menurut Erwin, kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasan dalam proses perencanaan pembangunan turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih Innovative Government Award.

“Masih terbatas pemerintah daerah yang dalam rangka melakukan proses perencanaan pembangunan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasannya,” ujarnya.

Tak berhenti pada kompetisi, Bappeda juga membuka peluang bagi gagasan yang dinilai memiliki nilai kekayaan intelektual untuk mendapatkan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Salah satu mahasiswa UIN SMH Banten, Riski, menilai lomba ini merupakan kegiatan yang menarik dan berpotensi menjadi ajang yang dinantikan masyarakat.

“Lomba ini bagus banget. Ini bisa jadi lomba yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saya yakin setiap orang pasti ingin daerah tempat tinggalnya bisa maju,” ujar Riski.

Menurut Riski, kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi.

“Saya yakin akan banyak warga yang tertarik mengikuti ajang tersebut karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerah tempat mereka tinggal,” ulasnya.

Sementara Ariza, warga Balaraja, menilai Canvas Gemilang 2026 bukan hanya memberikan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih berani menyampaikan pemikiran dan solusi bagi kemajuan daerah.

“Ajang ini bisa jadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dari masyarakat dan generasi muda, sekaligus mendorong warga Kabupaten Tangerang untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerahnya,” pungkas Ariza.

Penulis : A Jueni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)