Sumsel  

K MAKI :  Masyarakat jangan berasumsi negative kepada Polda Sumsel terkait OTT Muba

Palembang, sinerginkri.com | Keterangan saksi Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, yang mengaitkan Perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan dengan pencopotan dan penahan Kapolres OKUT, menyita perhatian Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Independent (K. MAKI) Sumsel.

Menurut Deputi K. MAKI Sumsel Feri Kurniawan, perkara yang tengah ditangani saat ini tidak seharusnya menyudutkan institusi kepolisian yang hanya dilakukan oknum polisi tertentu, terlebih menjadi isu miring terhadap petinggi Polda Sumsel.

“Pendapat miring kepada Polda Sumsel seharusnya tidak boleh terjadi karena perbuatan yg diduga dilakukan satu oknum Polisi”, ujar Deputi  K. MAKI Sumsel ini, Senin (24/1/2022) saat dikonfirmasi.

Baca Juga  Ketua DPRD Provinsi Sumsel: Semoga Kader lanjut dan Pelatihan PMII Dapat Melahirkan Pemimpin Masa Depan

Menurutnya, tidak semua kasus yang menerpa langsung mengkaitkan kedalam suatu lembaga ataupun institusi. Dia mencontohkan, semua institusi hukum ataupun lembaga punya oknum petugas yang menyimpang seperti Pinangki di Kejaksaan dan Robin di KPK tapi mereka tidak mewakili institusi.
“Jadi bukan institusi ataupun lembaga, tapi oknum,” tegasnya lagi.

Menurutnya, kasus yang bergulir sejak lama ini dan kini menyita perhatian publik, kasus Bupati Muba salah satu saksi dalam persidangan menyebut adanya aliran dana ke Polda Sumsel dan Polres Muba dari penyuap Bupati Muba sebesar Rp 2 miliar.
“Perlu diingat bukan institusi tetapi oknum, ulah satu oknum jangan dijadikan semua sama karena bisa menjadi fitnah yang keji,” tegas Feri Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)