Hukrim  

Jaksa Geram Karena Dalam Pemeriksaan Saksi Diryanto ART Ferdy Sambo Berbohong Dan Ketawa tawa

Saat JPU menyampaikan permohonan tersangka kesaksian palsu itu, terlihat raut muka Diryanto langsung berubah jadi murung, tatapan diarahkan ke lantai ruang persidangan.

Kegeraman jaksa bahkan hakim itu bermula saat ditanya tentang posisinya saat terjadi peristiwa penembakan Brigadir Yosua di Komplek Polri Duren Tiga No 46.

Diryanto alias Kodir mengatakan, memang dia mendengar ada tembakan dari arah rumah.

Posisinya saat itu berada di luar rumah. “Saya di pinggir jalan, di depan rumah,” kata Kodir.

Dia mengaku, berada di depan rumah bersama Rommer dan Yogi.Menurut jaksa, aneh bila tidak ada perintah langsung pada Kodir menghubungi perwira Polri, tapi bisa lakukan tugas itu.

“FS sampaikan kepada kami, telepon ambulans dibilang ke Yogi, kemudian hubungi Polres menyuruh ke kami bertiga,” Kodir berkilah.

Hal lain yang juga membuat jaksa sangat meragukan kesaksian Diryanto alias Kodir adalah kapasitasnya bisa cek monitor pengawas CCTV.

Sebab, monitor itu berada di lantai dasar, di kamar Putri Candrawati.

Menurut jaksa, sangat aneh bila seorang ART mendapat akses untuk melihat-lihat langsung monitor CCTV yang menayangkan banyak kegiatan di dalam dan luar rumah.

Namun Kodir tetap dengan pernyataannya, bahwa dia bisa masuk ke kamar untuk Ferdy Sambo dan Putri itu.

Bahkan dia mengaku sebagai orang yang melapor ke Brigadir Yosua tentang CCTV rusak, usai melihat monitornya yang ada di kamar Putri.

Sejak dilaporkan ke Yosua ada kerusakan, hingga kasus penembakan terjadi, dia menyebut CCTV dalam kondisi rusak.

Namum, dalam keterangan lain di BAP, Kodir mengatakan dia yang membersihkan darah Yosua yang berceceran di lantai.

Setelah dibersihkan, dia memberi laporan ke atasan bahwa rumah sudah dibersihkan.

Dia ditanyakan mengapa tidak mengunci pintu. Alasan yang dia sampaikan, pintu tidak dikunci karena ada CCTV.

“Yang benar yang mana? Saudara bilang CCTV rusak, tapi di sini juga disebut tidak mengunci pintu karena ada CCTV, artinya CCTV bagus?” tanya jaksa.

Diryanto kemudian menyebut bahwa CCTV memang rusak. Tapi mengapa ada alasan soal tidak mengunci rumah karena ada CCTV, tidak bisa dijawabnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)