DPP Gencar Indonesia Sesalkan Sikap Aktivis dan Mahasiswa yang Taktis tidak Tepat Sasaran

“Namun kealfaan beliau saat menerima sumbangan ini memakai baju dinas kepolisian dan bertempat di Mapolda Sumsel.ini dilakukan karena beliau ingin ada tranparansi,beliau tidak mau dicurigai masyarakat dan itikad baik bantuan pribadi ini untuk keperluan masyarakat Sumsel ,” beber Charma

“Jadi alangkah naif dan kontraditif dengan fakta yang terjadi dilapangan jika ada pihak-pihak yang ingin mendesak Kapolri untuk memecat Kapolda Sumsell. Bahkan menurut Charma masyarakat sumsel telah berimpati dan bangga pada Kapolda Sumsel,” lanjut Charma

Sekali lagi jelas Charma, sebagai Ketua Umum DPP Gencar Indonesia, ia sangat menyayagkan sikap aktivis dan mahasiswa yang
Taktis dan tidak tepat sasaran untuk mendesak Kapolri memecat Kapolda Sumsel

Namun untuk kita ketahui beberapa hari yang Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari sumbangan Rp 2 triliun oleh keluarga almarhum Akidi Tio. Eko mengakui bahwa insiden tersebut terjadi akibat dirinya tidak hati-hati.

“Kegaduhan yang terjadi ini dikarenakan kelemahan saya,ini terjadi karena ke tidak hati-hatian saya. Saya atas nama pribadi dan selaku Kapolda mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Bapak Kapolri, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat. Terutama Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem,” ujar Eko pada Kamis, 5 Agustus 2021.

(Yanthi.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)