Diduga Akibat Limbah Tambang Sungai Enim Tercemar, K MAKI : PJ Bupati Harus Bertindak Tegas

Foto : Kondisi sungai Enim yang terlihat tercemar berat dengan kondisi air yang coklat ke hitam - hitaman

Muara Enim, sinerginkri.com – Beredarnya video viral kondisi sungai Enim yang terlihat tercemar berat dengan kondisi air yang coklat ke hitam – hitaman harus menjadi perhatian khusus dan serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.

Sementara air Sungai Enim menjadi sumber air baku PDAM Muara Enim sehingga di khawatirkan akan berdampak serius dengan kualitas air PDAM.

Kadar logam berat dan debu batubara yang diduga diatas ambang batas tentunya merusak ekosistem biota sungai Enim.

Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) mengatakan terkait kondisi air Sungai Enim yang sedang viral sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius Pemkab Muara Enim”, papar Deputy K MAKI Feri Kurniawan ke awak media sinerginkri.com, Sabtu (28/10)

Deputy K MAKI lebih lanjut berpendapat, “harus di lakukan pemeriksaan dokumen baik ke semua IUP pertambangan, HGU perkebunan terutama izin IPAL dan juga melakukan audit forensik agar di ketahui siapa yang punya potensi pencemar sungai Enim”.

“Selain sebagai sumber air untuk diminum akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan dipastikan Biota yang ada di sungai Enim seperti ikan dan tumbuhan asli sungai Enim dapat dikatakan 90% punah”, jelas Feri Deputy K MAKI.

“Kementerian LHK dan Kehutanan telah memberi dunia raport merah ke Perusahaan tambang yang menunjukkan adanya potensi besar kerusakan lingkungan”, kata Deputy K MAKI itu.

“Namun investigasi dari Kementerian LHK ini belum menyeluruh dan mungkin baru 10% dari pemegang IUPK dan HGU di Kabupaten Muara Enim”, papar Feri kembali.

“Pemkab Muara Enim harus bertindak tegas serta membentuk tim khusus di bawah staff khusus yang bertanggung jawab langsung ke PJ Bupati Muara Enim terkait lingkungan hidup perkebunan dan pertambangan”, jelas Deputy K MAKI itu.

“Tim ini merekrut orang – orang atau organisasi kemasyarakatan dan media agar kerja tim betul – betul optimal”, kata Feri Kurniawan.

“Peran media sangatlah penting dalam pencegahan kerusakan lingkungan yang lebih parah dengan sosialisasi dan pemberitaan perusahaan perusak lingkungan”, ujar Deputy K MAKI itu.

“Kita berharap adanya upaya untuk merubah sistem yang terkontaminasi oleh oknum yang menjadi makelar kasus dalam perusakan lingkungan”, tutup Feri Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!