Bupati Enos Bersama Kepala Dinas Pertanian Panen Raya Damarean Verietas Inpari 47 WBC

Bupati Enos Bersama Kepala Dinas Pertanian Panen Raya Damarean Verietas Inpari 47 WBC

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Junadi, S.P., M.M. mengatakan pencapaian produksi padi ini menunjukkan tren positif dalam realisasi luas tanam, panen, dan produksi padi di OKU Timur.

Pada tahun 2021, luas tanam mencapai 100.852 hektare dengan luas panen 95.809 hektare, provitas 6,0 ton GKG/ha, dan produksi padi sebesar 574.966 ton GKG. Di tahun 2022, luas tanam meningkat menjadi 113.763 hektare dengan luas panen 108.075 hektare, provitas 6,49 ton GKG/ha, dan produksi padi mencapai 701.510 ton GKG.

“Pada tahun 2023, luas tanam mencapai 112.315 hektare dengan luas panen 108.700 hektare, provitas 6,72 ton GKG/ha, dan produksi padi meningkat menjadi 716.876 ton GKG” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab OKU Timur Gelar Rapat Final HUT ke-20

Pembagian SK kelompok tani sudah dibagika ln sebanyak 3.000 lebih di OKU Timur dan kali ini pembagian untuk kelompok tani di 10 kecamatan.

Ditempat terpisah Andri Irawan,S.P.M.Si sebagai Kepala bidang tanaman pangan manjelaskan salah satu keunggulan dan kelebihan tersendiri kalau para petani memakai Bibit 47 WBC bisa panen 2 kali tampa ribet untuk menan kembali ujarnya Andri.

Lanjut Andri Bibit 47 WBC kalau sudah panen bisa menghasilkan lagi atau panen kambali apabila sudah panen pertama batang padi yang sudah di panen atau di ambil buah nya dipotong dari bawah sekitar 5 cm dan kasih air sekitar 3 cm terus dibiarkan dulu selama 1 Minggu ucapnya

Baca Juga  Bupati Bersama Kadin Ketahanan Pangan Launching Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Kabupaten OKU Timur

“Masih kata Andri itu batang padinya sudah mengeluarkan tunas- tunas yang dan sudah kelihatan hijau semua dan masalah pupuk itu sudah pasti ada perbedaan nya untuk panen yang kedua tidak terlalu banyak menggunakan pupuk lain dari panen yang pertama menurut Andri ada pebeda antara pasca panen pertama dan panen kedua itu tidak sama hasil nya, untuk itu kita lagi uji coba dulu semoga berhasil dan bisa menghemat biaya pungkasnya

(Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)