Daerah  

BMKG mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang akan datang

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A Fachri Radjab mengemukakan pentingnya penghijauan, perbaikan tata kelola air, dan penataan lingkungan untuk meminimalkan risiko banjir saat hujan deras turun.

“BMKG mengimbau agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah terdampak La Nina agar dapat melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi,” katanya.

Guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, ia mengatakan, penebangan pohon di daerah lereng mesti dicegah dan sampah harus dikelola dengan baik.

Selain itu, pendataan kondisi pepohonan yang berada di kawasan jalan dan permukiman serta pemangkasan pohon-pohon yang sudah rapuh perlu dilakukan untuk meminimalkan kejadian bencana akibat tumbangnya pepohonan saat angin kencang atau puting beliung datang.

Baca Juga  " Miris" Tak Punya Biaya Untuk Kerumah Sakit Seorang Ibu Warga Kp Sinyar Utara Desa Karangsari Terbaring Di Rumah

Fachri juga menyampaikan pentingnya koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar-pemangku kepentingan terkait dalam upaya memperkuat mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi bencana hidrometeorologi.

(Iin.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)