Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2026 diperkirakan akan lebih sulit dibanding masa pandemi Covid-19

Kab Bekasi,SinergiNKRI.Com –Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tahun 2026 diperkirakan akan lebih sulit dibanding masa pandemi Covid-19. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menilai situasi fiskal daerah mengalami kemunduran tiga hingga empat tahun ke belakang akibat turunnya pendapatan dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Menurut Saeful, hasil pembahasan sementara APBD 2026 menunjukkan total anggaran sekitar Rp 7,3 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya. Turunnya Transfer ke Daerah (TKD) dan terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penyebab utama.

“Kalau Covid itu berat, tapi sekarang lebih berat lagi. APBD kita seolah mundur tiga sampai empat tahun ke belakang. Jadi memang ini lebih-lebihan dari Covid-19,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi.

Ia menjelaskan, target PAD tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp 1,7 triliun, menurun dari target perubahan APBD 2025 yang mencapai Rp 1,8 triliun. Sementara itu, dana TKD diproyeksikan berkurang sekitar Rp 1,5 triliun.

Saeful menyebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkena dampak pemangkasan anggaran, kecuali Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Meski begitu, ia berharap setiap OPD bisa melakukan inovasi agar pelayanan publik tidak terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)