Wartawan Dimaki dan Ditantang Duel oleh Oknum Bos Spa di Tangerang

“Kita duel nih, ya? Satu lawan satu duel. Kalau lu menang, gua bayar lu,” ucapnya lagi.

Anggy yang kehilangan kesabaran akhirnya balik menantang sang pengusaha untuk membuktikan ucapannya tersebut secara langsung.

“Ah, bayar apa, bos? Udah kalau menang, bos maunya begitu, bos pindah agama ya kalau saya menang, gimana?,” tantang Anggy kembali.

“Gua enggak punya agama, anj*ng! Ya lu ngapain coba ngacak-ngacak Gading Serpong, bangs*t,” sahutnya sambil terus memaki Anggy.

Menanggapi hal tersebut, Anggy menilai sikap tersebut sudah mengarah pada intimidasi terhadap kerja-kerja jurnalistik. Ia menegaskan bahwa wartawan bekerja berdasarkan kepentingan publik dan dilindungi Undang-Undang Pers.

“Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan, seharusnya ditempuh dengan hak jawab atau klarifikasi, bukan dengan makian, ancaman, apalagi tantangan duel,” ujar Anggy.

Baca Juga  Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Tangerang Menggelar Unras

Insiden ini memunculkan keprihatinan di kalangan insan pers. Tindakan intimidatif terhadap wartawan dinilai sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Sejumlah aktivis media mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan jurnalistik di Indonesia.

Hingga berita ini diterbitkan pemilik berinisial P belum dapat dikonfirmasi guna klarifikasi.

Penulis : A Jueni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)