Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

Lanjut Faridzi, dalam pelaksanaan khitanan massal tersebut terdapat dua metode yang digunakan, yakni metode manual dan kauterisasi atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai metode sunat laser.

Menurutnya, kedua metode tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, serta kondisi masing-masing peserta.

“Kami menyiapkan dua metode, yaitu metode manual dengan standar keamanan yang tinggi dan metode kauterisasi yang sering dikenal sebagai sunat laser. Tentunya sebelum dilakukan tindakan, peserta akan melalui pemeriksaan terlebih dahulu sehingga metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu keluarga peserta khitanan massal, Aris, warga Kecamatan Legok, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah sangat terbantu, tidak perlu mengeluarkan biaya besar, bahkan kami diberikan bingkisan,” kata Aris.

Menurut Aris, kegiatan khitanan massal tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang ingin melaksanakan khitanan bagi anaknya namun harus mempertimbangkan biaya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Semoga Kabupaten Tangerang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pemerintah terus memberikan perhatian serta kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga di usia yang ke-394 ini Kabupaten Tangerang semakin baik dan semakin dekat dengan masyarakat,” harapnya.

Penulis : A Jueni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)