Polsri gelar Dies Natalis ke -39

Dalam pengelolaannya, Polsri menetapkan beberapa sasaran strategis yang berpijak pada misi polsri yaitu meningkatnya kualitas pembelajaran dan mahasiswa Pendidikan Tinggi, memperluas Kesempatan, mendapatkan pendidikan yang layak.

“Penyesuaian kurikulum selalu dilakukan dengan membina hubungan baik dengan industry agar kurikulum Polsri sinkron dengan kebutuhan industry atau dikenal dengan link and match,” ulasnya.

Dalam hal ini, kurikulum diupdate secara berkala dengan melibatkan pihak industry di dalam pembuatan kurikulum, mengundang tenaga ahli dari industry sebagai dosen tamu, mengadakan program magang, memberikan sertifikat kompetensi, dan bekerjasama dengan industry/perusahaan untuk meyerap lulusan Polsri.

“Pendekatan dalam proses pembelajaran lebih menekankan pada Student Center Learning (SCL) dari pada Teacher Center learning (TCL) yang diaplikasikan melalui Learning Management Sistem (LMS) Polsri. Menyikapi situasi pandemic covid yang sampai saat ini belum berakhir, proses pembelajaran di Polsri menggabungkan metode pembelajaran online dan offline yang dikenal dengan Hybrid learning,” jelasnya.

Melalui metode tersebut, maka proses pembelajaran di kelas, bengkel, dan laboratorium dapat menjadi lebih dinamis. Kedinamisan tersebut dapat terukur dari dinamika pembelajaran dimana mahasiswa yang menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif.

“Pembelajaran dengan metode kombinasi ini juga ditunjang dengan fasilitas teknologi informasi yang berbasiskan pada multimedia, bengkel dan laboratorium yang dalam proses sertifikasi ISO 17025,” tutupnya.

(Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)