Hukrim  

Polres Metro Tanggerang Kota Ungkap Pengisian Tabung Oxigen Palsu

IF menjual tabung gas oksigen per tabung seharga Rp 4,5 juta sementara harga HET Rp 1 juta dengan modus merekondisi tabung CO2 menjadi tabung O2 dengan merubah warna merah (tabung APAR) menjadi warna putih. Kemudian regulator tabung oksigen per tabung dijual Rp 1,5 juta sementara harga HET Rp 400 ribu.

Masker per kotak Rp 210 ribu, sementara harga HET Rp 100 ribu. Tujuh boks obat merek Azithromeycindihydrate per boks dijual Rp 320 ribu sementara harga HET Rp 170 ribu. Lalu 3 (tiga) boks obat merek Invermax, Ivermectin per boks dijual Rp 550 ribu, sementara harga HET Rp 75 ribu.

Kepada polisi, IF mengaku sudah melakukan jual-beli alkes secara online selama 10 bulan dan IF meraup untung Rp 10 juta. Hasil penjualan digunakan IF untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jual beli alat kesehatan ini sudah dilakukan selama kurang lebih 10 bulan terakhir. Keuntungan Rp 10 juta yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Lebih lanjut Pratomo mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati saat hendak membeli tabung oksigen secara online. Dia menyarankan masyarakat membeli tabung oksigen secara langsung di agen.

“Imbauan kepada masyarakat agar masyarakat lebih waspada dalam membeli tabung oksigen secara online dicek apakah tabung CO2 atau O2. Sebaiknya masyarakat membeli tabung oksigen ditempat-tempat atau agen penjualan tabung oksigen,” imbuhnya

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)