Lsm Oku Timur Sayangkan Sikap Kadin Pendidikan dan Kebudayaan

Dirinya ingin Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan harus terbuka dan menyebutkan siapa Oknum yang mengaku sebagai wartawan dan LSM yang sering mendatangi sekolah dan berlagak seperti APH. Agar masyarakat juga tahu ini demi baik nama Wartawan dan LSM yang ada di OKU Timur.

“Kalau malah di tutup-tutupi ini juga membuat resah dan seperti memojokkan kami sebagai LSM dan rekan-rekan wartawan,” kata Juni.

Sementara Salah satu Aktivis Jurnalis OKU Timur Anton yang merupakan wartawan online Deraprakyat.com juga menyayangkan statmen Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur yang membuat pernyataan seolah menilai kualitas wartawan.

“Kami lihat di tulisan salah satu media online Kadin Pendidikan OKU Timur menyebutkan, apakah boleh wartawan merangkap LSM dan LSM merangkap Wartawan, secara Undang-Undang Pers tidak ada aturannya. Terus dia meminta pelaku kontrol sosial membenahi, terus dia mengatakan wartawan profesional tergabung di organisasi resmi. Tidak layak Kadin berstatmen seperti itu, apa legalitas nya. Ini beda dengan Hak jawab dan hak koreksi. Yang jelas kalau ada permasalahan dengan Wartawan silahkan laporkan ke dewan pers. Karena yang tahu dan paham kode Etik Jurnalistik itu ya ranahnya dewan pers atau pimpinan organisasi tertentu,” kata Anton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)