Kabupaten OKU Selatan Berpotensi Besar Untuk Menjadi Lumbung Komoditas Jagung di Sumatera Selatan

Sinerginkri.com – Jagung saat ini menjadi salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Bahkan, Kabupaten ini berpotensi menjadi lumbung jagung di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda OKU Selatan, Hermansyah Said, S.IP., M.Si., pada Webinar Propaktani yang membahas tentang Peranan Komoditas Jagung dalam Menopang Perekonomian OKU Selatan, Jumat (10/06/2022) siang mengungkapkan, komoditas jagung di OKU Selatan mulai berkembang dalam empat tahun terakhir hingga saat ini total lahan tanam jagung lebih dari 59 ribu hektar.

Di Sumsel, OKU Selatan berada di peringkat pertama dari segi luas tanam dan produksi berada pada peringkat ketiga. “Pengembangan budidaya jagung di OKU Selatan cukup signifikan,” katanya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan, Syahtomi, S.P., M.M., bahwa tren budidaya jagung di OKU Selatan dimulai pada 2018 dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, hal ini meningkatkan signifikan lantaran komoditas jagung saat ini cukup menjanjikan.

“Saat ini 59.388 hektar, dan ini berpotensi terus meningkat karena ada beberapa Kecamatan yang belum begitu maksimal, karena ini data yang masuk dalam Simluhtan, masih ada beberapa yang belum termasuk di sini sehingga berpotensi lebih besar. Harapan kami ke depan, jagung menjadi penopang ekonomi masyarakat,” katanya.

Untuk budidaya jagung d OKU Selatan sendiri memang terdapat beberapa kendala yang dimulai dari topografi. Wilayah Kabupaten OKU Selatan yang terdiri dari perbukitan menyulitkan para petani dalam mengembangkan dan mengelola lahan dan membuat tidak bisa mengelola menggunakan teknologi sehingga terkendala juga dalam hal pemupukan.

“Ke depan kami berencana merubah kebiasaan penggunaan pupuk yang tinggi dengan beberapa opsi, dan pihak swasta mencoba melakukan pengembangan dengan pupuk nabati, jadi lebih ramah lingkungan, hemat biaya dan hasil lebih tinggi. Ini kita coba dulu di empat kecamatan.
Harapan ke depan ini bisa menekan biaya produksi dan menambah hasil panen,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)