Herman Deru Hadiahi Muaratara Pasar Induk dan Bangub Rp55 Miliar

Potensi SDA yang dimiliki Muratara yang berlimpah  diharapkan Gubernur  Herman Deru dapat dikelola dan dimanfaatkan secara baik. Karena itu dia menginginkan ada potensi unggulan yang menjadi icon Muratara yang dapat  dipasarkan ke luar daerah. “Kalau minyak dan gas itu hanya bonus, tapi saya minta manfaatkan potensi yang ada ini seperti di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan,” ungkapnya.

Herman Deru menyebut berdasarkan data  BPS, Muratara sejauh ini tingkat kesejahteraan masyarakatnya belum sama dengan daerah yang lain.  Hal ini menurutnya disebabkan  bukan dari penghasilan atau dikategorikan miskin. Akan tetapi karena faktor mahalnya biaya hidup salah satu penyebabnya  karena belum adanya pasar induk yang menjadi pusat ekonomi masyarakat. “Infrastruktur sudah baik dalam mempermurah biaya hidup, tapi di sini belum memiliki pasar induk maka itu saya  akan bantu  bangun pasar induknya, asalkan tempat strategis,” terangnya.

Mengakhiri arahannya Gubernur mengajak Pemda Muaratara untuk terus melestarikan  kearifan lokal.    “Kita boleh menjadi manusia modern tapi jangan pernah modern-kan budaya kita. Kita jangan pernah malu dengan apa yang sudah kita miliki, kita juga tidak boleh meninggalkan kearifan lokal yang diwariskan oleh nenek moyang kita,” tandasnya.

Sementara itu, Wabup Muratara, Inayatullah dalam sambutannya mengatakan  Pemkab Muaratara sudah berupaya memaksimalkan pengelolaan potensi  keunggulan yang dimiliki dengan  membuat  terobosan untuk mempercepat  pembangunan agar sejajar dengan Kabupaten/kota lainnya di Sumsel.

Menurut dia, dalam kurun waktu 8 tahun Kabupaten Muratara telah banyak mengalami kemajuan walaupun diakuinya masih banyak masalah yang muncul. Maka dengan mengelola potensi yang secara proporsional pihaknya optimis akselerasi pembangunan di semua sektor dapat ditingkatkan.

“Kita berusaha memperbaiki infrastruktur  untuk konektivitas antar daerah dan memperlancar ekonomi masyarakat.  Pembangunan infrastruktur jalan diarahkan pada kawasan potensi ekonomi, seperti  pasar tradisional  termasuk bidang pendidikan, kesehatan,   pertanian, sosial, pembangunan pedesaan serta keamanan dan pemasyarakatan,” tutupnya. (rel/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)