Herman Deru Hadiahi Muaratara Pasar Induk dan Bangub Rp55 Miliar

Gubernur Hadiri Paripurna HUT Muratara ke-8 Tahun 2021  

SINERGINKRI.COM, MURATARA – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menilai Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah menunjukan kemajuannya meskipun daerah ini baru berusia ke-8 tahun.

Dengan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah tentu juga dapat menunjang percepatan pembangunan bagi kabupaten termuda di Sumsel ini.

Guna mempercepat pembangunan Muratara di segala sektor Gubernur Herman Deru memberikan kado istimewa di hari jadi Muratara ke 8 Tahun, berupa dana yang bersumber dari  Bantuan Gubernur (Bangub) Rp55 Miliar di tahun 2021 ini. “Saya tau daerah ini sebagai kabupaten pemekaran maka tujuan utama bagaimana menyamakan persepsi membangun daerah ini menjadi daerah otonomi baru agar lebih cepat kemajuannya melalui akselerasi pemekaran,” kata Herman Deru saat sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka peringatan hari jadi ke-8 Kabupaten Muratara yang digelar di Kantor DPRD setempat, Selasa (29/6).

Gubernur Hadiri Paripurna HUT Muratara ke-8 Tahun 2021
Gubernur Hadiri Paripurna HUT Muratara ke-8 Tahun 2021

Menurut Herman Deru, meski sebagai kabupaten  termuda  di Sumsel, Muratara  terus melakukan pembangunan di segala sektor agar tidak  tertinggal  dari Kabupaten/kota lainnya yang lebih dahulu maju. Upaya ini lanjut dia sudah  terlihat dan menunjukan kearah adanya kemajuan.

“Di bawah kepemimpinan  Bupati dan Wakil Bupati, saya harapkan  pembangunan Muratara akan menggunakan kekuatan  masyarakat dalam hal ini diwakili oleh  DPRD. Meski APBD saat ini direcofusing namun setidaknya sudah mampu mejawab harapan masyarakat,” katanya.

Herman Deru menyebut pembangunan yang digalakan harus terus berjalan meski dilakukan secara bertahap. Mengingat tuntutan masyarakat akan pelayanan dan akses infrastruktur yang baik adalah menjadi kebutuhan utama dalam  kelancaran mobilisasi arus transportasi dan lalulintas ekonomi masyarakat. “Keinginan masyarakat tidak hanya jembatan, jalan, gedung tapi juga pembangunan mental dan spritual (bidang agama), kita lihat daerah ini sangat religi maka harus diakomodir,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)