Eddy Santana Bantah Terlibat Proyek PDAM 100 Milliar di Prabumulih

Eddy Santana Putra (DPR RI) Konderensi Pers di Mabes Caffe Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang (10/02/2023)

sinerginkri.com – Terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Aziz Muslim yang ditahan di Polda Sumsel yang ikut menyeret nama Eddy Santana Putra MT dan menimbulkan berita yang tidak berimbang ,Jumat ( 10/02/2022) H.Eddy Santana Putra gelar konferensi pers di Mabes Cafe Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

H.Eddy Santana Putra.MT, Anggota DPRI RI Komisi V memberikan klarifikasi dihadapan ratusan awak media “Saya bukan khusus pulang ke Palembang karena ini,tapi memang saya sedang di Palembang, reses ke dapil saya pertama kali tahu berita itu, dua hari lalu,” kata ESP.

Mantan Wali Kota Palembang itu mengaku terkejut, ada berita tanpa konfirmasi kepadanya,yang menurutnya merusak dan mencemarkan nama baiknya.

Baca Juga  Tim UKB Juara Umum Turnamen Karate Piala Ketua KONI Palembang

“Istri, anak sampai tidak bisa makan memikirkannya,saya bilang, tenang aja tidak ada itu,” ujarnya.

Sehingga dia merasa sangat perlu meluruskannya, terkait nama ESP yang disebut terkait dugaan penipuan, penggelapan uang proyek dari dua pengusaha di Palembang. “Ini kan sudah beres, ditarik (laporan polisinya). Bukan saya yang cabut, tapi yang memang melakukan itu (Aziz Muslim),” tegasnya, didampingi kuasa hukumnya, Adv Denny Tegar SH.

ESP kemudian menjelaskan kronologisnya,”Pada September 2021, datang Agil yang dekat dengannya, seperti saudara. Agil bersama Roni, ke rumah ESP di Jalan Kapten A Rivai ,mereka sudah tahu, membawa daftar anggaran yang saya sendiri tidak tahu. Ada proyek PDAM di Prabumulih, senilai Rp100 M lebih,” terangnya.

Baca Juga  Gass!! Ratu Dewa Prima Salam Mendapat Nomor Urut 2 Simbol Kedamaian dan Kasih Sayang

Mereka mengatakan bisakah ESP mengurus proyek tersebut,namun dijawab ESP, sebagai pejabat negara dia tidak bisa mengurusnya secara langsung itu. ”Tetapi ada celah, kalau memang anda berminat silakan hubungi pihak swasta. Ada perusahaan yang jago, yang sering menang (tender),” bebernya.

“Saya tanya lagi, adakah perusahaan kamu Rp100 miliar. Dijawabnya tidak ada, sekalian sama mereka saya bilang, berundinglah. Seiring berjalan, saya tidak tahu perusahaan itu,” tambah ESP, di hadapan lebih dari 100 wartawan yang memenuhi Mabes Café. (Ym/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)