Diduga Akibat Kurang Efisien Dalam Penangan Sampah, Ekosistem Sungai Komering Terancam

Ditempat yang berbeda wak media Sinerginkri.com mengkonfirmasi Pihak Dinas Lingkungan Kabupaten OKU Selatan ( 5/8), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Selatan Umar Safari.S.ST melalui Kabid Pengolahan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Khoirumnas., ST.MM, menyampaikan sampah liar ini secara teknis memang harus di angkut ke TPA, alasan kenapa tidak rutin di angkut karena kami sebagai bidang pengelolaan sampah, Limbah B3 dan peningkatan kapasitas mengutamakan pelanggan atau konsumen yang membayar retribusi, jadi terkait sampah liar yang berada di kelurahan Kisau belum dilakukan rutin karena belum ada retribusi dari sampah liar tersebut dan siapa yang akan membayar retribusi nya.

“Bukan mengabaikan sampah tersebut melainkan pihak kami mengutamakan sampah dari konsumen yang telah membayar retribusi. Terkait apakah dari sampah liar tersebut mengganggu ekosistem yang ada di sungai Komering bukan bidang kami tapi di bidang lain,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda OKU Selatan Pimpin Rakor Laporan Kegiatan Pemutahiran dan Pemetaan Objek PBB-P2 TA 2022

Adapun progres kedepan sosialisasi dan edukasi ke pada masyarakat terkait sampah tersebut kami berharap semua pihak ikut andil dalam memecahkan permasalahan -permasalahan sampah liar ini.

Pokok terjadi penumpukan sampah (sampah liar) ini adanya minimnya kesadaran masyarakat sehingga membuang sampah bukan pada tempatnya, sampah tersebut berdasarkan informasi yang kami terima bukan sampah berasal dari masyarakat kelurahan Kisau melainkan sampah kiriman dan tidak tahu siapa yang membuang sampah ke lokasj tersebu.

” Kami selaku bidang pengelolaan sampah kami siap akan angkut sampah tersebut ke TPA Pelawi namun kami akan lakukan dan jadwalkan setelah menggangkut sampah konsumen yang telah membayar retribusi karena itu kewajiban utama kami,” tutupnya

Baca Juga  Paripurna DPRD OKU Selatan, Bupati Sampaikan Dua Raperda Tahun 2021 dan Raperda RPJMD Tahun 2021-2026

Akibat dari penumpukan sampah yang sudah sampai ke bibir Daerah Aliran Sungai Komering akan berdampak kepada ekosistem di sungai Komering, dan bau tidak sedap tercium bagi masyarakat pengguna jalan saat melintas di jalan raya menuju pusat ibu kota Muaradua, hal ini tidak akan terpecahkan tanpa adanya solusi dari pihak terkait dan membidangi.

Pewarta : Joko F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)