Dari Keraguan, IMIP Hadir Ciptakan Peluang

Menurut riset yang dilakukan oleh tim riset SGA Department IMIP, lima jenis UMKM terbanyak di Bahodopi adalah kios Pertamini (981 unit), stan minuman (735), stan makanan non-bangunan (670), kios umum (648), dan warung makan (591). Sebagian besar berskala mikro dengan omzet hingga Rp300 juta per tahun, tetapi tren pertumbuhannya menunjukkan potensi naik kelas.
Dampaknya terlihat pada angka provinsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, dalam laporan Februari 2026 menyebut, ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2025 tumbuh 9,43 persen (yoy), naik dari 7,79 persen pada triwulan sebelumnya. Angka itu menempatkan Sulawesi Tengah di atas Kepulauan Riau dan sebagian besar provinsi lain.

“Kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh dominannya peran industri pengolahan berbasis nikel, pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi daerah,” tulisnya.

Di luar pagar smelter, limpahan rezeki itu bergulir ke usaha-usaha domestik yang jeli melihat ceruk. Geliat yang sama menular pada Ayu Lestari Rahman. Warga Desa Fatufia ini jeli mengintip peluang dari tumpukan pakaian kotor. Di tengah rutinitas buruh pabrik yang memeras energi, urusan mencuci baju menjadi pekerjaan yang melelahkan.

“Di sini banyak orang yang sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mencuci,” kata Ayu. Bersama suaminya, ia merintis usaha laundry BlueSea pada 2022

Bermodal awal Rp20 juta dan satu mesin cuci, mereka bergerilya memanfaatkan jaringan pertemanan pekerja pabrik. Kini, mesin cuci BlueSea menggilas sekitar 200 kilogram pakaian per hari dari para pekerja, kontraktor, hingga pedagang dan warga sekitar. Dengan tarif reguler Rp7.000 per kilogram dan layanan kilat Rp15.000 plus fasilitas antar gratis dalam radius 3 kilometer.

Kini BlueSea menjadi sumber pendapatan utama keluarga itu, dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan. Ayu berharap kawasan industri terus memberi ruang bagi usaha warga.

“Semoga IMIP terus berkembang dan bisa terus menyerap tenaga kerja. Kalau karyawan sudah capek bekerja, jangan capek lagi mencuci. Bawa saja ke sini,” ujarnya.

Peliput : Abd Rahman Tanra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)