Danrem 044/Gapo Sambut Kedatangan Presiden RI di Muara Enim

Muara Enim, sinerginkri.com | Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika S.I.P M.Si M.Tr (Han), menyambut kedatangan Presiden RI Ir H. Joko Widodo beserta rombongan, di PT Bumi Sawindo Permai (BSP) Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Senin (24/1/2022).

Dengan menggunakan 3 Helikopter, Presiden RI Ir H. Joko Widodo yang didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam ll/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H., Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Local Patner Air Products Indonesia Duddy Christian.

Baca Juga  Polres Bogor Akan Melakukan Pembatasan Akses Menuju Jalur Puncak

Adapun agenda kunjungan Presiden RI Ir H. Joko Widodo di Kabupaten Muara Enim, dalam rangka Groundbreaking Pembangunan Proyek Hilirisasi Batubara menjadi Dimetil Eter (DME) Kabupaten Muara Enim dan Penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya kembali menyampaikan, pentingnya hilirisasi, industrialisasi, dan pengurangan impor saat melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin, 24 Januari 2022. Menurut Presiden, hilirisasi batu bara menjadi DME akan bisa menekan impor elpiji yang mencapai kisaran Rp80 triliun.

“Impor kita elpiji itu gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Baca Juga  RUTIN SEMPROTKAN DISINFEKTAN, CARA POLSEK SINTANG KOTA LINDUNGI ANGGOTA DARI COVID -19

“Pertanyaan saya apakah ini mau kita teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw material-nya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME. Hampir mirip dengan elpiji,” lanjutnya.

Proyek hilirasi ini sendiri merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products. Presiden meyakini, jika proyek ini telah berproduksi, maka berpotensi mengurangi subsidi APBN hingga kurang lebih Rp7 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)